BISNISREVIEW.COM – Direktur Utama PP Properti Tbk, Taufik Hidayat mengatakan perseroan memperpanjang semula jadwal penawaran  (bookbuilding) berlangsung dari 20 Januari 2020 hingga 3 Februari 2020. Dia menyebut, masa penawaran diperpanjang hingga 7 Februari 2020 mendatang.







“Harusnya sudah selesai tapi kami perpanjang sampai dengan tanggal 7 Februari mendatang. Hal itu karena memerlukan beberapa persetujuan. Perpanjangan adalah hal yang biasa,” jelas Taufik kepada Bisnis.com, pada Selasa (4/2/2020).







Menurut Taufik, Emiten properti PT PP Properti Tbk. memperpanjang masa penawaran awal dalam rencana penerbitan obligasI berkelanjutan II tahap I tahun 2020.







"Dana hasil penerbitan obligasi rencananya akan dipakai untuk melunasi utang yang sudah ada dengan alokasi 41,94 persen. PPRO juga berniat menggunakan dana obligasi untuk pengembangan usaha dan modal kerja perseroan dengan alokasi masing-masing 32,89 perse dan 25,17 persen," rincinya.







Obligasi akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A bertenor 3 tahun dengan tingkat bunga 9,4 persen - 9,9 persen. Kemudian seri B bertenor 5 tahun dengan kisaran bunga 9,75 persen - 10,25 persen.







Secara umum, PP Properti membidik pendapatan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp3,8 triliun pada tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 67,40 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu sebanyak Rp2,27 triliun.







Menurut Taufik, tahun lalu kinerja sektor properti cukup berat seiring dengan ketidakpastian di tahun politik. Walhasil, pembeli lebih menahan diri untuk membeli produk properti. Kendati demikian, tahun ini prospek sektor properti diyakini lebih cerah.







Untuk diketahui, PP Properti membidik dana hingga Rp1,2 triliun dalam rencana penerbitan obigasi berkelanjutan II tahap I tahun 2020. Perusahaan bersandi saham PPRO telah menunjuk lima penjamin efek, diantaranya PT Mandiri Sekuritas, PT Indopremier Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas.(AR)