BISNISREVIEW.COM - Kendati Mensesneg selaku ketua Komisi Pengarah telah memberi izin, namun DPRD DKI bersikukuh keras menolak penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E di kawasan Monas. Pasalnya, DPRD meyakini penunjukan Monas sebagai lokasi sirkuit Formula E tidak sesuai peruntukannya.







Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmudah, Monas merupakan kawasan cagar budaya sehingga tidak tepat dijadikan areal lintasan. Pihaknya berharap Pemprov DKI mau memahami kondisi tersebut dan menunjuk lokasi lain sebagai alternatif.







 "Kami berharap Pak Gubernur mempertimbangkan ulang karena memang tidak memadai situasinya," kata Ida Mahmudah di Jakarta, Senin (10/2/2020).







Ida Mahmudah mengaku belum mengetahui kepastian telah keluarnya izin dari Komisi Pengarah terhadap penyelenggaraan Formula E di Monas. Sebab Komisi Pengarah sebelumnya malah meminta DKI mencari lokasi alternatif untuk menggelar Formula E.







Lebih lanjut Ida mengatakan, jika memang dinilai penting, Formula E yang diagendakan Juni 2020 di Jakarta lebih baik dipindahkan ke Sentul, Bogor. Pihaknya masih berharap Gubernur Anies Baswedan mau membatalkan kejuaraan internasional yang menelan biaya Rp 1,2 triliun itu. 







"Di Sentul aja. Yang pasti aman tidak mengganggu orang atau jalan. Tidak mengganggu orang berlalu lintas. Di Sentul lebih lengkap. Fasilitasnya lengkap. Tidak memboroskan pembiayaan juga," lanjut Ida Mahmudah.







Komisi Pengarah melalui surat nomor B-3/KPPKMM/02/2020 telah mengeluarkan izin atas penyelenggaraan Formula E di Monas. Langkah serupa juga dilakukan terkait revitalisasi kawasan selatan Monas yang pengerjaannya sempat tertunda lantaran tidak adanya izin dari Komisi Pengarah. (AR)