BISNISREVIEW.COM - Wabah virus corona yang kian memburuk menjadi amunisi utama bagi mata uang global untuk menekan dolar AS, termasuk di antaranya dolar Australia, poundsterling, dolar Kanada, dolar New Zealand, dan franc.


 


Ikut memanfaatkan momen, sebagian besar mata uang Benua Kuning juga ikut menyerang dan membuat mata uang Paman Sam ambruk signifikan pada perdagangan Rabu (12/2/2020). Mata uang Asia misalnya dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, won, dolar Hong Kong, yuan, dan rupiah. Hanyalah yen yang saat ini enggan masuk dalam pasukan. 







Pergerakan rupiah di Asia variatif dengan kecenderungan menguat. Sang Garuda perkasa terhadap yen (0,19%), ringgit (0,18%), dolar Hong Kong (0,06%), yuan (0,05%), dan dolar Singapura (0,02%), namun melemah terhadap dolar Taiwan (-0,18%), won (-0,17%), dan baht (-0,14%).







Asal tahu saja, kala pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah mampu mengukir apresiasi 0,15% ke level Rp13.665 per dolar AS. Kendati mulai menipis, hingga pukul 09.57 WIB, rupiah masih unggul 0,07% ke level Rp13.655 per dolar AS. Mata uang Garuda itu juga terpantau menguat terhadap euro sebesar 0,09%, namun terkoreksi -0,23% terhadap dolar Australia dan -0,02% terhadap poundsterling.(AR)