BISNISREVIEW.COM - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku telah mengantongi bukti kejanggalan kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, maka itu dirinya meminta agar pemerintah tidak mengesahkan daftar kepengurusan PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan periode 2020-2025.







Tokoh reformasi ini kemudian akan memberikan bukti yang cukup lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kongres itu.







"Saya minta agar pemerintah tidak sahkan lebih dulu karena segera kami ada tim yang sudah memberi tahu saya membawa sebuah bukti yang cukup lengkap bagaimana yang sesungguhnya terjadi, apa yang terjadi pada Kongres di Kendari itu," ujar Amien, dalam unggahan videonya di akun Instagram @amienraisofficial, Kamis (27/2/2020).







Menurut dia, menjelang pelaksanaan Kongres V PAN, Zulkifli sudah melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Seperti pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku hingga pembentukan kepanitiaan.







"Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian, SC-nya pun juga tidak begitu adil, bahkan 100 persen OC itu dari katakanlah kubunya Zulkifli Hasan. Jadi, ini kejanggalan," tutur Amien.







Amien juga merasa heran saat Kongres V PAN kemarin pengamanannya sangat ketat dan menggambarkan sebagaimana ada teroris di dalamnya. Di mana, panitia meminta polisi mengerahkan sebanyak 1.300 personel untuk mengamankan Kongres V PAN.







"Saya enggak menyalahkan polisi, tapi ini agak berlebihan. Peserta Kongres yang punya hak pilih itu 590, yang datang polisinya 1.300, seolah-olah satu orang diawasi dua polisi," tutur dia. (Red) Kongres V PAN Dinilai Janggal, Amien Rais Minta Pemerintah Tak Sahkan Daftar Pengurus


 


BISNISREVIEW.COM - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku telah mengantongi bukti kejanggalan kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, maka itu dirinya meminta agar pemerintah tidak mengesahkan daftar kepengurusan PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan periode 2020-2025.







Tokoh reformasi ini kemudian akan memberikan bukti yang cukup lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kongres itu.







"Saya minta agar pemerintah tidak sahkan lebih dulu karena segera kami ada tim yang sudah memberi tahu saya membawa sebuah bukti yang cukup lengkap bagaimana yang sesungguhnya terjadi, apa yang terjadi pada Kongres di Kendari itu," ujar Amien, dalam unggahan videonya di akun Instagram @amienraisofficial, Kamis (27/2/2020).







Menurut dia, menjelang pelaksanaan Kongres V PAN, Zulkifli sudah melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak pantas. Seperti pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku hingga pembentukan kepanitiaan.







"Banyak sekali pasal-pasal AD/ART yang dilanggar. Kemudian, SC-nya pun juga tidak begitu adil, bahkan 100 persen OC itu dari katakanlah kubunya Zulkifli Hasan. Jadi, ini kejanggalan," tutur Amien.







Amien juga merasa heran saat Kongres V PAN kemarin pengamanannya sangat ketat dan menggambarkan sebagaimana ada teroris di dalamnya. Di mana, panitia meminta polisi mengerahkan sebanyak 1.300 personel untuk mengamankan Kongres V PAN.







"Saya enggak menyalahkan polisi, tapi ini agak berlebihan. Peserta Kongres yang punya hak pilih itu 590, yang datang polisinya 1.300, seolah-olah satu orang diawasi dua polisi," tutur dia. (Red)