SINGAPURA - Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia (Kasal), Laksamana TNI Ade Supandi, dianugerahi penghargaan militer bergengsi Singapura, Pingat Jasa Gemilang (Tentera) oleh Pejabat Meritorious Service, Presiden Halimah Yacob. Menteri Pertahanan Singapura Dr Ng Eng Hen menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Laksamana TNI Ade Supandi dalam acara  yang diadakan di Kementerian Pertahanan (MINDEF) Singapura, Jumat (24/11/2017).

Laksamana Ade Supandi dianugerahi penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa dalam menjalin hubungan dan persahabatan yang sangat baik antara TNI-AL dan Angkatan Laut Republik Singapura (RSN).

Sejak diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut, hubungan antara TNI-AL dan RSN telah tumbuh dari kekuatan hingga kekuatan melalui kegiatan seperti pembicaraan antara angkatan laut, pertukaran profesional, panggilan pelabuhan dan juga lintas -peraturan kursus Maret lalu, kedua angkatan laut tersebut merayakan lebih dari 40 tahun hubungan angkatan laut bilateral.

Kedua angkatan laut tersebut menjadi tuan rumah Latihan Penanggulangan Tambang Pasifik Barat ke-6 pada bulan Agustus 2015, yang melibatkan 16 negara , dan terus berkolaborasi dalam misi sosio-kewarganegaraan di Indonesia di bawah Operasi Surya Bhaskara Jaya.

Komitmen kuat Kasal Ade Supandi untuk memperdalam kerja sama bilateral di bidang keamanan maritim terbukti dalam dukungannya terhadap Patroli Selat Malaka untuk melawan pembajakan di Selat Malaka dan Singapura, dan dalam keterikatan petugas TNI-AL ke Angkatan Bersenjata Singapura, Gabungan Task Force 151 Command Team dan Task Group Deployments untuk mencegah dan mengganggu pembajakan di Teluk Aden.

Di bawah kepemimpinan Kasal Ade Supandi, TNI-AL juga berpartisipasi dalam Pameran Pertahanan Maritim Internasional dan Konferensi Asia 2017 dan Perundingan Maritim Internasional NSN.

Saat menerima penghargaan tersebut, Ade Supandi mengatakan, “Saya sangat senang dan merasa terhormat untuk menerima Pingat Jasa Gemilang (Tentera), semua  ini menandai hubungan timbal balik yang erat antara angkatan laut kita dan juga negara Singapura, yang pertama kali didirikan 50 tahun yang lalu.” Ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa dia berharap “hubungan antara angkatan laut kami akan mengembangkan (melalui) keterlibatan yang konstruktif di tahun-tahun depan," jelas Kasal.

Laksamana Ade Supandi, yang berada di Singapura dari tanggal 23 sampai 24 November 2017, memanggil Dr Ng, Panglima Angkatan Pertahanan Letnan Jenderal Perry Lim, dan Kepala Angkatan Laut Laksamana Lew Chuen Hong sebelum melakukan penobatan. Dia juga memeriksa kontingen Guard of Honor di MINDEF.

Ke 16 negara peserta tersebut adalah Australia, Bangladesh, Brunei, Kanada, Cile, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Peru, Filipina, Republik Korea, Singapura, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.(arn)