JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, membuka gerai khusus untuk melayani masyarakat yang membutuhkan informasi menenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bernama Plaza KPR.

Bersamaan dengan itu, Bank BTN juga meluncurkan KPR Hotline yaitu berupa platform khusus yang terdapat di BTN contact center dan dapat dibuka untuk memberikan semua informasi mengenai produk KPR, baik subsidi maupun yang non-subsidi.

“Plaza KPR dan KPR Hotline diharapkan dapat memudahkan nasabah Bank BTN untuk menemukan produk KPR pilihannya,” ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN di Menara BTN, Jakart Pusat, Selasa (12/12/2017). Seperti dilansir dari laman Induatry.co.id.

Pembukaan Plaza KPR dan peluncuran KPR Hotline adalah bagian dari rangkaian acara Parade KPR, khususnya untuk memperingati 41 tahun Bank BTN melayani kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia melalui KPR.

Dalam acara Parade KPR tersebut, para nasabah diberikan kado oleh Bank BTN berupa bunga tetap KPR selama 1 tahun sebesar 4,1%. Promosi bunga KPR non-subsidi ini berlaku hingga Januari 2018. Acara tersebut, diharapkan dapat menyalurkan KPR BTN bernilai Rp3 triliun hingga akhir 2017 ini.

Disamping memberikan bunga KPR yang terjangkau, sebagai bank yang memusatkan perhatiannya pada KPR, Bank BTN juga memberikan kemudahan kepada nasabah untuk mengakses berbagai produk KPR guna memenuhi kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang berpenghasilan rendah maupun kalangan menengah atas.

“Kami senantiasa berupaya membantu pemerintah agar seluruh keluarga Indonesia dapat memiliki rumah sendiri. Karena itu, kami selalu berpegang teguh pada komitmen tersebut, terutama sejak dipercaya pemerintah untuk menyalurkan KPR Subsidi bagi masyarakat,” jelas Maryono.

Sejak 1976 hingga akhir November 2017, Bank BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah bernilai total Rp230,2 triliun guna mewujudkan KPR bagi 4,1 juta unit rumah di seluruh Indonesia.

Sekitar 75% dari KPR tersebut, atau sebanyak 3,08 juta unit rumah merupakan KPR Subsidi. Angka tersebut setara dengan KPR yang bernilai Rp110,45 triliun. Sementara itu, sisanya senilai Rp119,76 triliun merupakan KPR Non-Subsidi.(vma)