JAKARTA - Harga emas relatif stabil pada perdagangan Kamis, mempertahankan keuntungan dari sesi sebelumnya saat mencapai level tertinggi tiga setengah minggu, karena pelemahan dolar AS.
Harga emas di pasar spot sedikit berubah di posisi USD1.287,80 per ounce pada pukul 00.51 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 1 Desember yakni USD1.289 di sesi sebelumnya, demikian laporan Reuters, di Hong Kong, Kamis (28/12).
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat stabil di level USD1.291,20 per ounce.

Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, hampir datar di level 92,990. Dolar AS melemah 0,1 persen terhadap yen menjadi 113,20 yen.
Dolar AS jatuh ke level terendah tiga setengah minggu terhadap sekeranjang mata uang, Rabu, karena para pedagang memperkirakan sejumlah bank sentral utama akan mulai mengurangi stimulus moneter pada 2018, didorong pertumbuhan ekonomi global yang lebih cepat.

Saham Asia melesat ke posisi tertinggi satu bulan, Kamis, dan berada di jalur untuk kinerja tahunan terbaik sejak 2009, sementara mata uang berbasis komoditas terdongkrak reli harga tembaga, yang mencapai posisi tertinggi empat tahun.

Di sisi lain, Amerika dan Rusia sepakat untuk melanjutkan upaya diplomatik guna menyelesaikan krisis mengenai pengembangan rudal nuklir Korea Utara yang mampu menjangkau "Negeri Paman Sam" itu, dan menekankan bahwa keduanya tidak menyetujui Pyongyang memiliki senjata nuklir, kata Departemen Luar Negeri AS, Rabu. (ef)