JAKARTA— Industri mebel dan kerajinan yang tergabung dalam HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) memandang perlu melakukan promosi, seperti ikut serta dalam pameran, baik skala nasional maupun internasional. Langkah itu dilakukan dalam rangka tercapainya target ekspor sebesar 5 Miliar Dolar AS selama 5 pemerintahan Jokowi - JK. Sementara perolehan devisa dari sektor furniture dan kerajinan hingga tahun 2017 baru mencapai 55 persen dari tota yang ditargetkan.

"Jadi masih ada kekurangan 45 persen lagi untuk mencapai target sebesar 5 miliar Dolar AS tersebut. Dengan sisa waktu dua tahun lagi, kami optimis target sebesar itu bisa tercapai ,"kata Sekretaris Jenderal HIMKI, Abdul Sobur, di Jakarta, Rabu(10/1).

Untuk mencapai perolehan devisa yang ditargetkan tersebut, kata Sobur, yaitu harus gencar melakukan promosi. Adapun kegiatan pameran dalam waktu dekat yang akan diikuti anggota HIMKI adalah pameran furnitur IMM Cologne yang diselenggarakan Koelnmesse Gmbh di Jerman pada 15- 21 Januari 2018.
IMM Cologne sendiri merupakan pameran terbesar furnitur di Eropa yang dihadiri 200 ribu pembeli dari 120 negara.

Dijelaskan Sobur untuk kali pertama, di pameran IMM Cologne, empat perusahaan pelat merah Badan Usaha Milik Negara turut mensponsori ajang ini, antara lain, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT PLN, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk.

Dia melanjutkan pada pameran tahun ini, Indonesia akan memamerkan berbagai produk furnitur dan kerajinan berkualitas dari 10 perusahaan yang sudah diseleksi secara ketat.

Perusaaan tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Jabdetabek, Cirebon, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menurutnya pemilihan 10 perusahaan ini amat ketat, diseleksi dari 12 DPD HIMKI di 13 basis industri.

Sobur menyebut, ajang tersebut menjadi penting bagi Indonesia untuk bisa mendongrak ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke mancanegara.

"Pada pameran furniture IMM Cologne ini, HIMKI menargetkan transaksi saat acara berlangsung dan tindaklanjut dari pesanan di Eropa senilai 200 juta dolar AS,” pungkas Sobur.(vls)