JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan bergerak variatif setelah kemarin kembali terkoreksi sehingga berakhir di zona merah.

"Kami memperkirakan IHSG kemungkinan bergerak variatif dan akan bertahan di atas level 6.522 serta mencoba bergerak menguat karena bargain hunting," ujar Dimas Wahyu Putra Pratama, analis PT Profindo Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Selasa (6/2).

Dimas menyebutkan IHSG ditutup melemah dan membentuk bullish spinning top yang mengindikasikan adanya potensi technical rebound. "Indikator stochastic, RSI maupun MFI bergerak turun. Namun pelemahan bursa global diperkirakan dapat membayangi pergerakan IHSG ," jelas dia.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 39,15 poin atau 0,59 persen ke level 6.589,68. IHSG dibuka anjlok melebihi satu persen dan menyentuh level support terdekat di 6.522 akibat panic selling setelah kejatuhan bursa global. Namun pelemahan IHSG berkurang saat penutupan.

IHSG tertekan karena melemahnya semua sektor terutama aneka industri -1,87 persen, dan industri dasar -1,84 persen. "Investor asing kembali membukukan net sell sebesar Rp657 miliar di seluruh pasar dengan saham Bank Central Asia (BBCA) dan Astra International (ASII) menjadi net top seller, sedangkan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) dan Tambang Batubara Bukit Asam menjadi net top buyer," ungkap Dimas.

Di tengah potensi technical rebound IHSG pada perdagangan hari ini, Dimas merekomendasikan enam saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), disarankan untuk "buy"
2. PT Adhi Karya Tbk (ADHI), disarankan untuk "buy"
3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), disarankan untuk "buy"
4. PT Bank Jabar-Banten Tbk (BJBR), disarankan untuk "buy"
5. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), disarankan untuk "buy"
6. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), disarankan untuk "SoS".(vls)
Sumber : Ipotnews