BALIKPAPAN - Salah satu program Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) yaitu IZI To Succes telah menghasilkan banyak alumni Pelatihan Keterampilan Menjahit yang diselenggarakan oleh IZI Perwakilam Kalimantan Timur (Kaltim).

Dengan 10 orang penerima manfaat yang diikuti oleh Para Ibu dari berbagai Kelurahan telah memasuki akhir pertemuan.

Peserta yang telah dilatih dalam program tersebut kini mampu menata berbagai pakaian seperti Gamis Wanita, Kemeja Laki-laki, dan Celana.

Pelatihan yang berlangsung selama 20 kali pertemuan yang tersebut dilaksanakan di Kantor IZI Kaltim.

Dalam Program Pelatihan Keterampilan Menjahit ini difokuskan kepada Ibu Rumah Tangga yang terkategori sebagai Mustahik.

"Di awal pendaftaran, para peserta kami minta untum komit untuk memperkuat keahliannya dalam pelatihan yang dilakukan secara berkala, sehingga ilmu tentang jahit yang didapatkan dari para Ibu tersebut benar-benar bermanfaat, bahkan mampu meningkatkan taraf hidupnya."

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan IZI Kaltim, M. Ardhani ketika memberikan keterangannya kepada Tim Media Pusat pada Sabtu (3/3) di Jakarta.

Ardhani menjelaskan, melalui pelatihan tersebut, hingga kini para peserta mampu memberikan hasil dari yang dikerjakan.

"Terbukti hingga memasuki pertemuan terakhir, konsistensi kehadiran para peserta begitu baik. Semangat Ibu-ibu dalam pelatihan menjahit bisa menjadi modal dalam memulai usaha di lingkungan rumahnya masing-masing. Dan mereka tentu sudah mampu membuat karya dengan ciri khasnya masing-masing." Tambah Ardhani.

Perlu diketahui, pelatihan jahit tersebut turut didukung oleh Trainer Jahit Professional. Sehingga, Rizky Bono selaku Trainer Jahit tersebut menanggapi hal tersebut sebagai upaya kongkrit IZI dalam memberdayakan masyarakat melalui dana Zakat.

“Program jahit dari IZI ini jelas sangat bermanfaat, kongkrit dan menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya bagi kalangan Ibu-ibu. Karena lewat program tersebut meningkatkan kemampuan menjahit para wanita yang pada akhirnya dapat membantu perekonomiannya. Proses peserta dalam menyerap materi sangat baik. Walaupun tidak mudah bagi pemula, namun karena keinginan dan ketertarikan mereka lebih besar sehingga mampu menghasilkan busana yang ditargetkan. Saat ini peserta sudah mampu membuat bermacam-macam pakaian. Semoga kedepannya mereka mampu bekerja mandiri, bahkan membuka usaha sendiri, sehingga dapat merubah status dari Mustahik menjadi Donatur.” Ungkap Trainer Rizky Bono.

Nurida, salah satu peserta pelatihan menjahit tersebut berhasil membuat gamis yang sesuai dengan standar pasar. Sehingga menurutnya melalui program pelatihan tersebut jelas membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup serta pemberdayaan perekonomian.

“Terimakasih kepada IZI yang telah membantu kami untuk mengikuti pelatihan menjahit ini. Dari pelatihan ini kami mampu membuat berbagai hasil dalam konveksi. Tentu kami bersyukur atas hadirnya seorang Trainer yang professional dan mumpuni, kalau dirupiahkan mungkin ini jelas sangat mahal. Harapan kami setelah mengikuti jahit ini kami bisa memulai usaha jahit untuk membantu ekonomi keluarga." Ujar Nurida.

Peserta akan mengikuti ujian kompetensi setelah menyelesaikan proses belajar, yang setelahnya masing-masing akan mendapatkan sertikat.

Tak berhenti disitu, aktivitas magang dalam usaha jahit dan pelatihan bisnis telah disiapkan bagi para peserta agar semakin menambah wawasan dan bekal untuk memulai usaha.(arn/Ricky)