BANDUNG - Dalam rangka edukasi dan tingkatkan pemahaman mengenai ilmu zakat, dengan itu Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Barat (Jabar) selenggarakan sebuah Seminar yang membahas Manajemen Zakat dengan tema "Mengelola Zakat Zaman Now".

Surisman Thoyib selaku Kepala Perwakilan IZI Jabar menjelaskan mengenai tujuan diselenggarakan seminar tersebut sebagai upaya edukasi mengenai ilmu zakat secara komperhensif.

Menurutnya, pengelolaan zakat di era kini harus sesuai dengan Undang-undang Zakat yang dibarengi dengan inovasi dalam pengelolaannya. Hal tersebut disampaikan mengingat perkembangan zaman yang pesat yang harus dibarengi dengan kemasan menarik agar masyarakat mudah mengerti tentang zakat.

"Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati, utamanya tujuan diselenggarakan seminar ini adalah sebagai upaya dalam mengedukasi ilmu zakat secara menyeluruh. Dari segi pengelolaannya pun harus sesuai dengan Undang-undang Zakat yang berlaku, serta dibarengi dengan kemasan yang inovatif agar masyarakat mudah mengerti tentang zakat."

Demikian disampaikan Surisman Thoyib ketika memberikan sambutan dalam seminar tersebut di Prime Park Hotel Bandung pada Selasa (13/3).

Seminar yang menghadirkan beberapa narasumber tersebut diantaranya, Ahmad Patoni selaku Kepala Bidang (Kabid Penerengan Agama Islam (Penais), Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Kantor Wilayah Jawa Barat (Kanwil Jabar),
Engkos Kosasih selaku Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Dian Mardiana selaku Kepala Bidang Edukasi dan Kemitraan Zakat IZI Jabar.

Surisman kembali menyampaikan bahwa tidak mudah dalam mengedukasi zakat kepada masyarakat dengan metode yang biasa saja. Perlu pendekatan khusus dan halus agar mudah diterima.

"Tidak mudah memang dalam mengedukasi ilmu zakat, terlebih cara yang dipakai masih tradisional, sehingga terkesan seperti menggurui. Namun kini, kami telah membuat suatu inovasi dalam edukasi zakat yang bernama Zakat Game. Permainan model monopoli ini sudah teruji masuk kesegala usia dan segmen. Intinya kita belajar sambil bermain." tambahnya.

Pada kesempatannya, turut hadir Direktur Edukasi dan Kemitraan Zakat, Rully Barlian Thamrin beserta 50 perwakulan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Dakwah Islamiyah, Yayasan beserta Komunitas yang ada di Jawa Barat.

Juga, acara tersebut pun dihadiri oleh pihak Donatur dan Mitra IZI seperti PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), DPZ Bank Jabar Banten (Bank BJB), UPZ Bank BJB Syariah, Bank BJB Syariah, Klinik Utama Al Islam (KUAI) dan CV. Sailan Industries.Ricky