SOLO - Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan jalur kereta rel listrik (KRL) rute Solo-Jogja.

"Mudah-mudahan proyek tersebut pada tahun ini mulai bisa dikerjakan dan dapat selesai dalam kurun waktu dua tahun," kata dia, saat kunjungan di Stasiun Solo Balapan, Jawa Tengah, Minggu.

Ia mengatakan, saat ini mereka tengah mengidentifikasi permasalahan yang ada terlebih dahulu untuk selanjutnya jika anggaran sudah ada maka segera diselesaikan.

"Ini khan proyek tahun jamak, untuk dananya kami ambilkan dari APBN," katanya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berharap pembangunan KRL rute Solo-Jogja segera terealisasi mengingat permintaan penumpang di rute itu tinggi. "Sampai saat ini kami juga belum tahu kejelasannya seperti apa," kata Direktur PT KAI (Persero), Edi Sukmoro.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop IV Yogyakarta, Eko Budianto, mengatakan, dari informasi yang diperoleh PT KAI, semula pembangunan jalur KRL tersebut akan dimulai pada 2018.

"Padahal saat ini tiang LAA atau listrik aliran atas yang nantinya digunakan sebagai tiang pancang sudah disiapkan," katanya.

Terkait hal itu, dia katakan, banyak pengguna jasa kereta api yang berharap proyek itu segera dikerjakan untuk selanjutnya bisa dioperasikan. "Dengan begitu masyarakat bisa PP rute Solo-Jogja dengan menggunakan kereta listrik," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerima banyak permintaan dari masyarakat agar rute KRL ditambah sampai ke Kutoarjo.

"Bahkan mereka juga meminta agar KA Prambanan Ekspres yang selama ini beroperasi melayani rute Solo-Jogja agar sekalian diganti dengan KRL. Melihat tingginya animo masyarakat harapan kami berharap proyek ini segera dikerjakan," katanya.