SURABAYA - Menyambut bulan Ramadhan 1439H, LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia Perwakilan Jawa Timur (Jatim) menggelar Seminar Manajemen Zakat dengan mengundang 29 Lembaga Zakat lokal, Pengurus Takmir Masjid, dan Yayasan Sosial Pendidikan. Seminar dengan tiga pemateri ini dilaksanakan di Hotel Namira Syariah Surabaya (15/4) yang bertemakan “Semakin Mudah Mengelola Zakat di Bulan Ramadhan.”

“Seminar manajemen zakat di bulan Ramadhan adalah ajakan agar pengurus masjid dan yayasan sosial pendidikan bisa lebih bijak dalam pengelolaan zakatnya,” ujar Sutanto selaku Kepala Perwakilan IZI Jatim dalam sambutannya.

Materi pertama, disampaikan oleh Ustadz Suharsono selaku Ketua Biro Kepatuhan Syariah IZI terkait Fiqih Zakat di Bulan Ramadhan. Ketua Biro Kepatuhan Syariah IZI ini mengulas tentang kewajiban berzakat bagi yang telah mencapai nisab zakat.

Ia pun turut mengulas terkait perbedaan pendapat apakah diperbolehkan dana riba disalurkan kepada delapan kategori penerima zakat.

“Dana riba, berapapun besarnya bisa dimanfaatkan untuk fasilitas umum (kecuali keperluan masjid). Dan sebaiknya, jika menyalurkan kepada mustahiq haruslah dana yang halal,” ujarnya.

Kemudian di sesi kedua turut diisi oleh Jumadi Subur tentang Strategi Marketing Filantropi. Ia memulai materi bahwa semua hal bisa dimarketingkan, termasuk zakat. Marketing tersebut bukan hanya upaya untuk penghimpunan, namun lebih lebih luas lagi.

“Marketing di dunia zakat adalah untuk membantu muzakki dalam mensucikan hartanya,” kata Praktisi Marketing dan Owner Better Life tersebut.

Terakhir, diisi materi Sinergi Pengelolaan Lembaga Zakat Melejitkan Potensi oleh Muhammad Ardhani. Setiap masjid atau yayasan pendidikan dan sosial diperbolehkan untuk membuat Lembaga Amil Zakat. Namun karena penghimpunan zakat infaq shodaqoh (ZIS) untuk ukuran masjid tidak sesuai dengan Keputusan Mentri Agama (KMA) Nomor 333 Tahun 2015, yakni batasan penghimpunan dana minimal Rp 50 miliar untuk Laznas, Rp 20 miliar untuk LAZ provinsi, dan Rp 3 miliar untuk Laznas Kabupaten/kota.

“Maka IZI hadir untuk membantu saudara sekalian dalam pengelolaan ZIS sebagai Mitra IZI,” ucap Manager Mitra IZI Nasional itu.

Besar harapan dari acara seminar Manajemen Zakat tersebut, akan semakin banyak lembaga ZIS yang menjadi Mitra IZI (MIZI), sehingga terbentuk sinergisitas dalam pengelolaan zakat. Serta pemanfaatan zakat lebih terasa kepada para mustahiq dengan beragam program charity dan pemberdayaan.(Ricky/arn)