BOGOR - Manfaat tenaga nulklir selain untuk keamanan wilayah, banyak juga fungsi yang bisa dimanfatkan tenaga nuklir. yakni, pemanfaatan dalam bidang kedokteran, industri, penelitian dan lain-lain.

Program International Atomic Energy Agency (IAEA) tentang keamanan nuklir meliputi kegiatan, sasaran dan prioritas.

Hal itu disampaikan Direktur Divisi Keamanan Nuklir IAEA, Raja Abdul Aziz Raja Afnan dalam kuliah umum bertema "Strengthening National Nuclear Security Regine to Further Strengthen Nuclear Security Globally Through Security Education Programme”. Dilaksanakan di Gedung Auditorium Universitas d (Unhan) Kampus Bela Negara Kawasan IPSC Sentul, Bogor. Selasa, (24/4).

Dihadapan mahasiswa Unhan, Raja Adnan menjelaskan lingkup aplikasi yaitu lebih dari 440 operasi pembangkit listrik tenaga nuklir menyediakan 11% total listrik di seluruh dunia, dan hampir 250 reaktor riset, lebih dari 300 fasilitas daur ulang bahan bakar.

Selain itu lebih dari 70 PLTN baru sedang dibangun di 15 negara diantaranya sekitar 30 negara baru yang memulai program tenaga nuklir.

"Jutaan sumber radioaktif digunakan dalam kedokteran, pertanian, industri, penelitian, dan lain-lain. Serta membangun infrastruktur keamanan nuklir yang efektif dan berkelanjutan penting untuk perlindungan individu, masyarakat, dan lingkungan hidup," ujar Raja Adnan.

Peran IAEA terutama keamanan nuklir adalah tanggung jawab nasional. IAEA juga mendukung negara, atas permintaan, dalam upaya untuk membangun dan mempertahankan efektif keamanan nuklir melalui bantuan di pengembangan kapasitas, pedoman atau standar, pengembangan sumber daya manusia dan risiko pengurangan.

Selain itu, memfasilitasi kepatuhan terhadap implementasi instrumen hukum internasional terkait dengan keamanan nuklir.

Semua kegiatan keamanan nuklir IAEA dilaksanakan dan disesuai dengan rencana keamanan nuklir, ia menjelaskan, NSP terbaru 2018-2021 disetujui oleh BoG dan diadopsi oleh GC61 pada 17 September 2017.

Diantaranya, menegaskan kembali peran utama Agency di internasional keamanan nuklir, mengikuti garis besar program Agency Program dan Anggaran untuk 2018-2019 (Program 3,5).

Kontribusi Indonesia untuk Kegiatan Keamanan Nuklir meliputi : Indonesia mengakui pentingnya keamanan nuklir, berpartisipasi dalam semua Nuclear Security Summits, dan mendukung Konferensi Internasional IAEA tentang Keamanan Nuklir pada tahun 2013 dan 2016, Indonesia juga telah meratifikasi CPPNM, Amandemennya, serta ICSANT.

"Indonesia menerapkan langkah-langkah perlindungan fisik untuk nuklir dan lainnya seperti bahan radioaktif, dan mengembangkan kemampuan deteksi di berbagai pelabuhan laut dan lokasi strategis, menggunakan sumber daya sendiri dan bekerja sama dengan IAEA," pungkasnya.

Kuliah umum yang dibuka langsung oleh Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A. dalam sambutannya Rektor Unhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA Raja Abdul Aziz Raja Adnan yang bersedia menyempatkan waktunya untuk memberikan materi kuliah umum untuk para mahasiswa Unhan.

Rektor Unhan mengatakan, kuliah umum kali ini adalah kesempatan bagi seluruh mahasiswa Unhan untuk dapat menambah wawasan.

"Selain itu tempat untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi langsung kepada dengan Raja Abdul Aziz Raja Adnan yang mumpuni dibidangnya," tutur Yoedhi.

Rektor Unhan mengharapkan para mahasiswa dapat menyimak materi yang disampaikan Raja Adnan.

Sebelum kuliah umum di tutup Rektor Unhan membuka sesi tanya jawab antara mahasiswa Unhan kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA. Serta dilakukan penyerahan cindera mata kepada Direktu Divisi Keamanan Nuklir IAEA.

Kuliah umum ini tidak hanya diikuti mahasiswa Unhan tetapi juga dihadiri pejabat Eselon I, II, III Unhan serta seluruh Dosen di lingkungan Unhan.(arn)