JAKARTA - Perubahan bisnis ritel di Asia saat ini salah satunya berawal dari kemasan kecil sekali pakai. Sebab, kemasan ukuran lebih kecil dari biasanya menjadi salah satu tren penting.

Apalagi, hal ini didorong dengan perubahan demografis yang cepat menjadi salah satu faktor utama yang menentukan dalam lanskap ritel di Asia, di mana populasi penduduk tua dan urbanisasi membentuk kembali pola berbelanja.

Dalam menanggapi perubahan demografis ini, peritel berupaya untuk memahami cara mengatasi kebutuhan populasi penduduk tua dan menyusutnya pengeluaran rumah tangga, pengurangan anggaran masak dan cenderung lebih memilih untuk membeli apa yang mereka butuhkan, ketika mereka membutuhkannya. Demikian seperti dikutip dalam riset Kantar Worldpanel, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Menurut riset, beberapa keuntungan dari produk dengan kemasan kecil di antaranya adalah untuk mendorong konsumen dalam bereksperimen, memungkinkan pembeli untuk mencoba produk dan merek baru, selain itu pengeluaran belanja lebih kecil per pembelian.

Minimarket menunjukkan angka pertumbuhan yang paling signifikan pada sektor FMCG di wilayah Asia, dengan membawa kenyamanan dan kegiatan komunitas sebagai kunci pertumbuhan.

Lewat format toko yang lebih kecil, minimarket menjembatani kesenjangan antara perdagangan modern dan tradisional.

Dengan hal-hal tersebut, di Asia, khususnya Indonesia, minimarket seperti halnya Alfamart berfungsi sebagai penghubung komunitas di mana pembeli dapat membayar tagihan listrik, membeli tiket perjalanan, konser, maupun untuk pertemuan sosial. Mayoritas minimarket mampu menunjukkan pertumbuhan yang kuat, melampaui format toko yang lebih besar.

General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Venu Madhav mengatakan saluran ritel modern seharusnya berperan sebagai komplemen dari e-commerce atau platform online lainnya.

"Saluran ritel modern seharusnya tidak merasa terancam oleh munculnya ritel online atau melihat ritel online sebagai pesaing," ujar Venu.

Kemudian, pelaku ritel besar di kawasan Asia melayani lebih dari satu saluran pengiriman untuk merek-merek FMCG. Pertimbangannya, pertumbuhan peritel tersebut didorong oleh kemampuannya dalam mengadaptasi kebutuhan pembeli yang bertransformasi secara cepat dan komitmennya dalam merancang ulang model bisnis mereka demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Selama bertahun-tahun, perdagangan modern telah mendorong pertumbuhan dengan menyesuaikan diri dan menawarkan lebih dari sekadar menjual produk," tukasnya.(vta)