JAKARTA - Merek terkenal indomie kembali menjadi merek fast moving consumer goods (FMCG) yang paling banyak dipilih oleh rumah tangga Indonesia dalam 6 tahun berturut-turut. Hampir seluruh rumah tangga Indonesia membeli merek ini dengan frekuensi mencapai 4 kali dalam satu bulan. Indomie juga memegang posisi yang kuat pada level global, mengamankan posisi ke-8 pada ranking Brand Footprint 2018 dunia dan juga posisi nomor 1 di Nigeria.

Inovasi yang berkelanjutan serta distribusi internasional yang luas membantu Indomie untuk memperoleh kesuksesan besar ini. Selain Indonesia dan Nigeria, Indomie juga berhasil mengukuhkan posisi yang kuat di banyak negara lain seperti negara-negara Timur Tengah, Malaysia, Ghana, Turki, dan Amerika Serikat.

So Klin berhasil menempati posisi kedua pada ranking Brand Footprint 2018. Distribusi yang kuat dan adaptabilitas untuk menyasar strategi promosi yang tepat menjadi faktor utama yang mendukung So Klin untuk menjadi merek produk perawatan rumah tangga paling banyak dipilih di Indonesia.

Kapal Api mengamankan posisi ke-3 pada Brand Footprint 2018. Ekuitas merek yang solid mendukung So Klin untuk menghimpun basis pembeli yang semakin besar, sehingga mengukuhkan Kapal Api sebagai merek minuman paling banyak dipilih di Indonesia.

Produk penyedap makanan masih menjadi salah satu produk yang paling banyak dibeli di Indonesia. Hal ini ditandai dengan keberadaan dua merek yang berhasil mempertahankan posisinya dalam ranking 10 teratas Brand Footprint 2018, dengan Royco pada posisi nomor 4 dan Masako pada nomor 9. Secara keseluruhan, kondisi ini didukung dengan budaya Indonesia yang menggemari masakan buatan rumah.

Mie Sedaap merupakan merek mie instan lainnya yang menempati posisi pada daftar 5 teratas, berada pada posisi ke-5. Mie instan masih memiliki peran yang signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Di samping rasa yang begitu familiar di lidah masyarakat Indonesia, harga yang terjangkau serta distribusi yang menjangkau seluruh negeri juga berkontribusi menjadikan mie instan favorit keluarga Indonesia.

Demikian ranking Indonesia Urban juga dirilis secara ekslusif oleh Brand Footprint. Survey dilakukan terhadap 7.400 rumah tangga yang merepresentasikan 28 juta atau 85% dari total rumah tangga di area urban Indonesia. Peringkat 6 hingga 10 ditempati berturut-turut ditempati oleh Frisian Flag, Molto, Lifebuoy, Masako dan Indofood.

Direktur New Business Development, Kantar Worldpanel Indonesia Fanny Murhayati, menyatakan bahwa Brand Footprint dapat mendukung pemain FMCG dalam merancang strategi pertumbuhan dengan lebih akurat. Studi ini juga membantu pelaku industri FMCG dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan performa merek pada pasar yang terus berubah.

“Untuk mendorong konsumen agar membeli lebih sering merupakan faktor yang tak kalah penting dalam meningkatkan kinerja penjualan, di samping lewat peningkatan jumlah pembeli merek,” ujar Fanny.

General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Venu Madhav menambahkan, studi ini juga menunjukkan bahwa merek-merek lokal berhasil menempati kehadiran yang kuat pada rumah tangga Indonesia, hal ini ditunjukkan dari 60% merek yang berhasil menunjukkan pertumbuhan pada urutan 50 teratas merupakan produk dari produsen lokal. Kemampuan para pemain lokal untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tren konsumen terbaru mendukungnya untuk lebih produktif dalam meluncurkan inovasi baru pada pasar lokal.

“Strategi pemasaran yang bertujuan untuk memperoleh konsumen baru secara konsisten lebih berhasil daripada yang hanya menyasar pada peningkatan loyalotas dan frekuensi konsumsi,” ujar Fanny.