JAKARTA - Di era digital saat ini sebuah usaha yang tidak disertai dengan sistem, akan susah bagi owner untuk memanage usahanya. Untuk mengatasi hal tetsebut, PT Omega Teknologi Indonesia sebagai pionir perangkat lunak POS yang terintegritasi real time dengan sistem akunting, meluncurkan Hybrid Cloud.

Direktur PT Omega Teknologi Indonesia Ong Pendopo Winoto mengatakan, Hybrid Cloud merupakan produk software kasir Omega POS. Yaitu sebuah picture terbaru dari Omega Pos.

"Dasarnya Hybrid Cloud ini muncul karena, adanya banyak permintaan dari para klien PT Omega Teknologi Indonesia dari kalangan menengah. Karena klien kita mayoritas 80% adalah usaha menengah," ujarnya saat meluncurkan produk tersebut dalam even pameran "International Franchise, Lisence & Business Concept Expo and Conference 2018. (IFRA) di Jakarta Cinvention Center Jumat (20/7/2018).

Menurutnya tidak dapat dipungkiri, trend POS dan perangkat lunak pada umumnya menuju ke sistem cloud. Namun karena koneksi internet yang kurang stabil di Indonesia, maka sangat memerlukan fitur offline mode untuk transaksi kasir," tuturnya.

"Lokasi otlet mereka ada di Bandara, Mall, dan di Jalan raya besar. Rata rata mereka memiliki cabang lebih dari tiga. Mereka membutuhkan sebuah sistem poin of sale yang handal. Cloud akan menjawab semua ini," tambahnya.

Di Bandara internet sudah ada, tetapi ada problem. Internet sering kali naik turun, kadang bisa kadang tidak, jadi tidak stabil.

Begitu pula yang diluar pulau, internet sudah ada tapi tidak stabil koneksinya tidak stabil," ujarnya.

Nah kalau Cloud, real time, itu menjadi kendala, Karena itu kebutuhan klien kami yang usahanya menengah, mereka membutuhkan yang bisa real time dan juga bisa any time. Makanya kita luncurkan yang namanya Hybrid Cloud," tegasnya.

Hybrid Cloud ini sudah kita gidok cukup lama, karena kita tidak ingin sistemnya bisa offline tapi datanya gampang hilang, karena produk yang ada di pasaran data itu mudah sekali hilang," ujarnya.

Dengan mode offline dari Hybrid Cloud ini, data transaksi penjualan akan tetap tersimpan dan tidak hilang. Meskipun aplikasi tersebut terhapus secara sengaja atau tidak sengaja," jelasnya.

Makanya kita menciptakan "Hybrid Cloud tanpa takut kehilangan data. Ini yang membedakan offline dengan yang lain," ujarnya.

Jadi dengan mode offline dari Hybrid Cloud ini data transaksi penjualan akan tetap tersimpan dan tidak hilang, meskipun aplikasi tersebut terhapus secara sengaja atau tidak

"Jadi meskipun programnya hilang datanya tidak akan hilang. Tinggal instal lagi akan muncul," pungkasnya.(arn)