JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal bergerak terbatas, dengan kecenderungan melemah seiring mulai memasuki area jenuh beli.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai IHSG secara teknikal sudah dalam area jenuh beli (overbought). "Sehingga diperkirakan IHSG akan menguat terbatas pada awal pekan," kata Lanjar melalui risetnya, dikutip Senin (30/7).

Maklum saja, IHSG selama pekan lalu menguat hampir dua persen atau tepatnya 1,98 persen ke level 5.989. Akibatnya, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menanjak dua persen menjadi Rp6.747 triliun.

Ketika indeks dalam negeri menguat, bursa saham Wall Street justru berbalik melemah pada akhir pekan lalu. Rinciannya, Dow Jones turun 0,3 persen, S&P500 turun 0,66 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,46 persen.

Sementara itu, Analis Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe memperkirakan masih ada peluang IHSG tetap melaju di zona hijau pada perdagangan hari ini. IHSG dapat menguat jika laporan kinerja emiten yang dirilis pada hari ini menunjukkan kinerja yang positif.

"Lalu seharusnya pelaku pasar asing sudah kembali masuk lagi," jelas Kiswoyo.

Menurut dia, rilis laporan keuangan emiten semester I 2018 dapat menjadi "obat pereda" ketika kondisi nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada akhir pekan lalu atau Jumat (27/7), pelaku pasar asing tercatat beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp233,6 miliar, sedangkan di all market sebesar Rp122,49 miliar.

"Untuk Senin support-nya bisa di level 5.850 dan resistance-nya di level 6.100," terangnya.(vls)
Sumber : CNN