Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, konsumsi bahan pokok pada hari raya Natal dan Tahun Baru tidak akan mengalami kenaikan.

"Hal itu dipastikan setelah ada survei peningkatan penjualan yang dilakukan BKP terhadap para pedagang di hari raya menjelang nelang Natal dan Tahun Baru tidak akan ada kenaikan konsumsi bahan pokok kecuali daging dan ayam," jelas Agung di Gedung E, Kementan pada Jumat (16/11/2018).

Sementafa dari hasil survei peningkatan konsumsi menjelang hari raya sudah dilakukan oleh lembaganya pada pertengahan 2017-2018. Survei itu dilakukan di pasar dan pusat perbelanjaan di 18 kota, 12 provinsi. Untuk memperoleh angka peningkatan konsumsi, BKP membandingkan harga bahan pokok pada hari raya dan hari biasa.

Seperti halnya Bahan pokok yang menjadi sasaran survei terdiri dari beras, kacang tanah, cabai merah dan rawit, bawang merah dan putih, daging sapi dan ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

Oleh karena itu Dari beberapa bahan pokok itu, survei menunjukkan 3 kenaikan penjualan tertinggi di tahun baru dialami oleh cabai rawit (10,5 persen), daging ayam (21,5 persen), dan daging sapi (18,5 persen) sedangkan sisanya mengalami kenaikan di bawah 10 persen.

Bagi hari raya Natal, 3 kenaikan penjualan tertinggi dialami oleh telur (13,5 persen), cabai merah (8 persen), dan cabai rawit (6,5 persen) sedangkan sisanya mengalami kenaikan tidak lebih dari 5 persen. Berdasarkan data tersebut, cabai, daging, dan telur menjadi bahan pokok yang memiliki kemungkinan kenaikan yang cukup signifikan.

Lebih lanjut Agung juga memastikan pihaknya akan tetap mempersiapkan langkah antisipasi. Pada hari Natal dan Tahun Baru, ia menjamin akan memonitor harga-harga bahan pokok tersebut.(arn)