BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku, pihaknya tengah mengkaji valuasi harga wajar saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Kajian ini dilakukan sebelum mencabut status penghentian (unsuspensi) perdagangan efek emiten pelayaran tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengaku, direksi BLTA telah menyampaikan penilaian harga efek yang dilakukan oleh penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik Jennywati, Kusnanto & Rekan.

"Nilainya nanti saya umumkan. Nanti kami menetapkan harga saat (BLTA) memulai lagi untuk di perdagangkan," kata Nyoman di Gedung BEI Jakarta, Rabu (20/3).

Namun, jelas Nyoman, saat ini BEI masih mengkaji valuasi harga wajar dan memastikan kesesuaian metode perhitungan harga saham BLTA dengan metode yang berlaku di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Kami bisa berdiskusi lagi dengan mereka (manajemen BLTA)," ucapnya.

Dia mengungkapkan, laporan terkait penilainan harga efek BLTA tidak bisa secara serta-merta disikapi dengan mencabut suspensi perdagangan efek. "Kami juga melakukan evaluasi dan meyakinkan angka tersebut, sebelum kami gunakan sebagai dasar harga wajar. Setelah itu, kami membuka suspensi," papar Nyoman.

Sebagaimana diketahui, pada 25 Januari 2012 BEI melakukan suspensi terhadap perdagangan efek BLTA di level Rp196 per saham, karena perusahaan tersebut tidak mampu membayar pinjaman perbankan dan obligasi.

Lebih lanjut Nyoman menyatakan, emiten yang telah menjalani suspensi cukup lama sudah mengalami perubahan dari sisi fundamental. "Makanya, harus ada profesi penilai yang melakukan penilaian wajarnya, tetapi sebelum disampaikan ke publik, kami yakinkan terlebih dahulu melalui evaluasi," tuturnya.
(Red)

Sumber : Ipotnews.com