BISNISREVIEW.COM, LOMBOK TIMUR -- Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) bersama dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) memberikan bantuan di Kabupaten Lombok Timur berupa satu buah kapal barang di tahun 2017, satu buah kapal dengan kapasitas 20 penumpang tahun 2018, satu paket sarana air bersih di Gili Maringkik tahun 2018, dan satu paket sarana air bersih di Gili Belek tahun 2019, pembangunan infrastruktur jalan, rehabilitasi hutan mangrove, pembangunan asrama siswa dan guru dan peralatan pasca panen rumput laut.

"Bantuan ini merupakan implementasi komitmen kami untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal, membantu mengatasi kesenjangan, mengurangi ketertinggalan, dan peningkatan integrasi bangsa," ujar Aisyah Gamawati, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kemendesa PDTT disela-sela acara penyerahan bantuan di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, (27/3).

Lebih lanjut, Aisyah Gamawati menjelaskan, Lombok Timur termasuk dalam 122 Daerah Kabupaten tertinggal di Indonesia, sesuai Perpres No 131 Tahun 2015. Sehingga, program-program untuk daerah ini disesuaikan dengan kebutuhan daerah tertinggal. Seperti sarana dan prasarana dasar, konektivitas, aksesibilitas, dan pengembangan ekonomi.

“Kami berharap dengan tersedianya bantuan pemerintah di Kabupaten Lombok Timur ini dapat meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia secara berkelanjutan," katanya.

Target Kemendesa PDTT hingga akhir 2019 yaitu bisa mengentaskan 5000 Desa Tertinggal menjadi Desa Berkembang, hingga akhir 2019. Dalam kurun yang sama mendorong 2000 Desa berkembang menjadi Desa Mandiri. "Berdasarkan hasil data BPS Oktober (2018), kita sudah lampaui target itu. Sekarang sudah ada 6.518 Desa yang tadinya tertinggal jadi Desa Berkembang, dan 2.665 desa berkembang sudah menjadi mandiri," katanya.

Aisyah memaparkan, upaya mengentaskan Desa Tertinggal itu dilakukan Kemendesa PDTT sesuai dengan tujuan negara dalam  mensejahterakan masyarakat melalui program pembangunan yang berpedoman pada program Nawa Cita  Presiden Joko Widodo. "Dalam Nawacita ke 3 dilakukan pembangunan Indonesia dari pinggiran dan pulau terluar dalam kerangka NKRI. Program di pulau-pulau kecil seperti di Lombok Timur ini menjadi implementasinya," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur, HM Juaini  Taofik mengapresiasi bantuan dari Kemendesa PDTT untuk tiga Desa pesisir dan pulau kecil di Lombok Timur.

"Saya mewakili Bupati dan Pemda serta masyarakat Lombok Timur sangat mengapresiasi perhatian Ditjen PDTu dan Kemendesa PDTT ini," katanya.

Menurutnya, bantuan percepatan pengentasan Desa tertinggal ini sudah dilakukan sejak 2015 lalu, dan membawa dampak signifikan bagi pembangunan di Lombok Timur terutama di wilayah Pedesaan.

Sementara, Nusapati, Kepala Desa Maringkik, desa kepulauan di pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur mengatakan, masyarakat di Desa Maringkik sangat terbantu dengan bantuan dari Kemendesa PDTT selama ini. "Alhamdulillah sudah beberapa bantuan, bahkan kapal dan air bersih, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Kebutuhan air bersih dan sarana aksesbilitas sangat penting bagi pulau yang dihuni 616 kepala keluarga dan 2.050 jiwa ini. Bantuan kapal, misalnya, sangat dirasakan manfaatnya bagi puluhan anak SD dan SMP yang harus bersekolah menyeberang pulau. "Dulu sulit sekali, tapi sekarang sudah mudah karena ada kapal bantuan ini," katanya.(dwa)