BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2018. Perseroan mencatat Laba Inti sebesar US$ 168,4 juta sepanjang tahun 2018. Langkah Perusahaan untuk fokus terhadap 


optimalisasi operasi Kideco, sinergi setiap unit bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas berhasil mendorong kinerja perusahaan. Indika Energy juga tangkas melihat peluang usaha melalui diversifikasi portofolio perusahaan.






Di tahun 2018, Indika Energy berhasil membukukan Pendapatan sebesar US$ 2.962,9 juta, atau meningkat 169,7% dibandingkan US$ 1.098,8 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan terutama berasal dari pendapatan Kideco sebesar US$ 1.802,2 juta. Pendapatan Petrosea juga meningkat 69,9% berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan.


 


Laba Kotor tahun 2018 meningkat 421,7% menjadi US$ 641,2 juta dibanding US$ 122,9 juta di tahun 2017. Laba Usaha meningkat secara signifikan sebesar 1.388,9% menjadi US$ 508,1 juta dibanding US$ 34,1 jutadi tahun sebelumnya. 






Sementara itu, Beban Keuangan Perseroan pada tahun 2018 meningkat 30% menjadi US$ 100 juta dibanding US$ 76,9 juta pada tahun 2017 terutama karena tambahan beban bunga pada Senior Notes sebesar US$ 575 juta yang jatuh tempo pada 2024, yang dikeluarkan pada Oktober 2017 untuk membiayai akuisisi 45% saham tambahan.. 






Bagian Laba Bersih Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama Entitas turun 84,8% dikarenakan saat Kideco dikonsolidasikan tidak lagi berkontribusi sebagai Entitas Asosiasi dan Pengendalian Bersama yang sekarang ini kontributor terbesarnya adalah Cotrans, SBS, CEP dan CEPR yang masing-masing menyumbang US$ 5,3 juta, US$ 4,9 juta, US$ 6,1 juta, dan US$ 4,8 juta. Perseroan membukukan Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 80,1 juta dibandingkan US$ 335,4 juta di tahun 2017.


 


Perseroan mencatat Laba Inti meningkat 78,2% menjadi US$ 168,4 juta dibanding US$ 94,5 juta pada 2017.Laba Inti merupakan Laba Bersih untuk tahun yang diatribusikan kepada Pemilik Perusahaan yang tidak termasuk 1) peningkatan kewajiban kontinjensi terkait dengan akuisisi Kideco; 2) amortisasi bersih aset tidak berwujud terkait dengan akuisisi MUTU dan akuisisi Kideco; 3) penurunan nilai aset, setelah dikurangi pajak tangguhan; dan 4) keuntungan revaluasi 46% saham Kideco pada 2017. Dalam pandangan kami, laba inti 


lebih mencerminkan kinerja bisnis yang sebenarnya.Pada akhir tahun 2018, posisi kas, setara kas dan aset keuangan lain Perseroan mencapai US$ 763,1 juta. 






Realisasi Capex pada 2018 sebesar US$ 150,4 juta. Capex terutama digunakan Petrosea sebesar US$ 112juta dalam realisasi Capex untuk mayoritas pembelian peralatan baru.


 


Sepanjang 2018, kami terus menekankan efisiensi dan produktifitas. Kami berupaya melanjutkan momentum kinerja positif dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco dan membangun sinergi dengan 


anak-anak perusahaan lainnya. Kedepannya, Indika Energy akan terus menumbuhkan bisnis terkait batubara, mengeksplorasi target sektor bisnis baru serta melakukan diversifikasi dengan memanfaatkan keunggulan dan kapasitas kami untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional,” tuturArsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy.(red)