BISNISREVIEW.COM, JAKARTA --Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rumah Sakit Siloam Area Bekasi (RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dan RS Sentosa-Siloam Hospitals Group "SHG") gelar media gathering mengajak para Ibu untuk mempersiapkan anak sehat dan cerdas mulai dari kandungan.


 


Kegiatan yang dilaksanakan di RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya ini dikemas dalam bentuk media gathering dengan menampilkan 3 pembicara yaitu dr. Mohammad Hasrul, SpOG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Sentosa SHG), dr. Natasha Yuwanita, SpA (Spesialis Anak RS Siloam Bekasi Timur) dan dr. Hasjim Hasbullah, SpJP (Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya).







CEO Siloam Hospital Bekasi Area, dr. Melissa Luwia, MHA dalam sambutannya mengatakan, PT. Siloam Internasional Hospital Tbk ( Siloam) merupakan jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia yang saat ini mengelola 37 rumah sakit di 24 kota besar.







"Siloam juga mengelola rumah sakit pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi Joint, Commission lntemational (JCl) dan telah meraih beberapa kali penghargaan dari Frost & Sullivan sebagai Indonesia's Healthcare Service Provider of The Year," ungkapnya dalam acara media gathering Siloam Area Bekasi Senin (22/4/2019).







Melissa menjelaskan, tahun 2017 Siloam telah mengakuisisi 2 Rumah Sakit di wilayah Bekasi, yaitu RSU Sentosa Bekasi dan RS. Hosana Medica Rawalumbu. Sehingga di tahun 2017, Siloam memiliki 3 unit Rumah Sakit di Wilayah Kota Bekasi yaitu, RS Siloam Bekasi Timur, RS Sentosa SHG dan RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya," jelasnya.







Berbagai fasilitas yang dimiliki oleh ketiga unit rumah sakit Siloam diantaranya Ambulance Service, Medical Check Up, ICU, HCU, USG, Farmasi, Radiologi, Rawat Inap, Poliklinik Rawat Jalan, Ruang Operasi, Laboratorium, Hemodialisa. dan Unit Gawat Darurat.







Melissa berharap semoga acara ini dapat bermanfaat selain untuk diri sendiri juga untuk di share kepada masyarakat," pungkasnya.







Sementara dr. Mohammad Hasrul, SpOG, dalam pemaparannya mengenai kehamilan dan nutrisi ibu hamil menjelaskan bahwa, ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang penting dilakukan bagi ibu selama masa kehamilan, diantaranya, Hematologi lengkap (Hb,Lekosit,Gol darah, Faktor Rhesus) Kadar Glukosa Darah, Virus hepatitis Serologi, Anti HIV, Urinalisa, Hormon Kehamilan Virus TORCH," paparnya.







Selain itu lanjutnya, pertumbuhan janin selama masa kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor ibu, faktor anak sampai faktor plasenta.







Pada faktor ibu dapat berupa tinggi badan, Gizi, Tempat tinggal, Kehamilan ganda, Kelainan uterus. Sedangkan pada faktor anak, Jenis kelamin, kelainan genetis, infeksi intraunterin dan kelainan kongenital., Faktor Plasenta, lnsuflsiensi plasenta.







Menurutnya, bagi ibu hamil, nutrisi yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan janin di dalam kandungan, oleh karena itu ibu hamil memerlukan nutrisi seperti, Kalori sebanyak 2550 kal/hari. Protein, 69 gr/hari. Lemak sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin Vitamin seperti, Vitamin A, D, E, K, dan B Komplek, Mineral, Zat besi, Seng, Kalsium, Asam folat, dan Yodium," jelasnya.







Sedangkan dr. Natasha Yuwanita, SpA dalam pemaparannya mengenai pentingnya pemberian Imunisasi PCV bagi anak, menjelaskan bahwa, tujuan pemberian imunisasi PCV adalah untuk merangsang pembentukan imunitas atau kekebalan terhadap infeksi kuman Streptococcus Pneumaniae, atau kuman Pneumokokus yang dapat menular melalui udara.







Manfaat pemberian imunisasi PCV adalah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit Invasive Peumococcal Diseases (IPD) yang dapat berupa, Meningitis atau peradangan pada selaput otak. Bakteremia atau infeksi bakteri dalam darah, serta Pneumonia atau peradangan pada paru paru.







Pemberian imunisasi PCV memiliki jadwal yang harus diikuti oleh para ibu mulai dari anak berusia 2 bulan hingga anak berusia 2 tahun.







Dosis pertama sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan, dosis kedua  pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan. Dosis ketiga pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan. Dan dosis keempat pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 -15 bulan atau 2 tahun. 







Pemberian imunisasi / vaksin akan memberikan reaksi terhadap tubuh anak, oleh karena itu para ibu tidak perlu khawatir dengan reaksi vaksin setelah anak mendapatkan imunisasi.







Beberapa reaksi vaksin yang akan dialami setelah imunisasi yaitu nafsu makan berkurang, kemerahan dan nyeri pada tempat injeksi, demam ringan dan anak menjadi lebih rewel.







Lain halnya dengan dr. Hasjim Hasbullah, SpJP dalam pemaparannya mengenai Penyakit Jantung Bawaan (PJB), menjelaskan bahwa, penyakit jantung bawaan merupakan penyakit structural jantung dan pembuluh darah besar yang sudah ada sejak lahir.







Organ jantung akan mulai terbentuk pada hari ke l5 masa kehamilan, pada masa tersebut jika terjadi gangguan maka struktur jantung menjadi tidak sempuma.







Secara epidemiologi penyakit jantung bawaan terjadi pada 7 8 dari 1000 bayi lahir, 40.000 per tahun dengan 30% P13 Kompleks dan PJB merupakan penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan.







Penyebab dari Penyakit Jantung Bawaan diantaranya, Sebagian besar belum diketahui Faktor genetik.







Gejala klinis yang dapat dilihat dari 2 jenis PJB ini yaitu, pada PJB Asianotik susah atau tampak lelah saat menyusu, atau menyusu sebentar sebentar.Berat badan sulit naik atau Infeksi saluran napas berulang.







Sedang pada PJB Sianotik yaitu, Kebiruan, Pertubuhan/perkembangan, Jari tabuh, Sesak nafas/mudah lelah saat aktivitas, dan Infeksi saluran napas berulang.(arn)