BISNISREVIEW.COM, BEKASI -- Bagi ibu hamil, nutrisi yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan janin di dalam kandungan. Hal tersebut diungkapkan dr. Mohammad Hasrul, SpOG, dalam acara Media Gathering "Persipakan Anak Sehat Dan Cerdas" yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Siloam Area Bekasi (RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dan RS Sentosa-Siloam Hospitals Group "SHG") di RS Siloam Sepanjang Jaya Rawalumbu, Bekasi, Senin (22/4/2019).







Menurut dr. M. Hasrul, SpOG, ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang penting dilakukan bagi ibu selama masa kehamilan, diantaranya, Hematologi lengkap (Hb,Lekosit,Gol darah, Faktor Rhesus) Kadar Glukosa Darah, Virus hepatitis Serologi, Anti HIV, Urinalisa, Hormon Kehamilan Virus TORCH," tuturnya.







Selain itu beber dr. M. Hasrul, SpOG, pertumbuhan janin selama masa kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor ibu, faktor anak sampai faktor plasenta," bebernya.







Pada faktor ibu lanjutnya, dapat berupa tinggi badan, Gizi, Tempat tinggal, Kehamilan ganda, dan Kelainan pada uterus. Pada faktor anak berupa, Jenis kelamin, kelainan genetis, infeksi intraunterin dan kelainan kongenital. Sedangkan pada faktor Plasenta, lnsuflsiensi plasenta," lanjutnya.







Bagi ibu hamil masih kata dr. M. Hasrul, SpOG, nutrisi yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan janin di dalam kandungan, oleh karena itu ibu hamil memerlukan nutrisi seperti, Kalori sebanyak 2550 kal/hari. Protein, 69 gr/hari. Lemak sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin Vitamin seperti, Vitamin A, D, E, K, dan B Komplek, Mineral, Zat besi, Seng, Kalsium, Asam folat, dan Yodium," katanya.







Selain itu dr. Mohammad Hasrul, SpOG, juga memberikan beberapa tips bagaimana cara melakukan hubungan intim pada pasangan yang menginginkan buah hatinya laki - laki atau perempuan.







Pada pasangan yang menginginkan sang buah hatinya lahir laki - laki sebaiknya, dalam melakukan hubungan seks dan kedalaman penetrasi, lakukan posisi doggy style atau lakukan penetrasi yang dalam," ujarnya.







Sedangkan bagi pasangan yang menginginkan buah hatinya lahir perempuan, lakukanlah posisi hubungan seks yang dapat memperlambat sperma masuk ke rahim dan jangan sampai venis memasuki vagina terlalu dalam," tutupnya.







Lain halnya dengan dr. Natasha Yuwanita, SpA, dirinya menyampaikan pentingnya pemberian Imunisasi PCV pada anak.







Dikatakannya, tujuan pemberian imunisasi PCV adalah untuk merangsang pembentukan imunitas atau kekebalan terhadap infeksi kuman Streptococcus Pneumaniae, atau kuman Pneumokokus yang dapat menular melalui udara," katanya.







Manfaat pemberian imunisasi PCV adalah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit Invasive Peumococcal Diseases (IPD) yang dapat berupa, Meningitis atau peradangan pada selaput otak, bakteremia atau infeksi bakteri dalam darah, serta pneumonia atau peradangan pada paru paru.







Pemberian imunisasi PCV memiliki jadwal yang harus diikuti oleh para ibu mulai dari anak berusia 2 bulan hingga anak berusia 2 tahun.







Dosis pertama sudah dapat diberikan sejak seorang anak berusia 2 bulan, dosis kedua  pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 4 bulan. Dosis ketiga pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan. Dan dosis keempat pemberiannya dilakukan pada saat anak berusia 12 -15 bulan atau 2 tahun. 







Pemberian imunisasi / vaksin akan memberikan reaksi terhadap tubuh anak, oleh karena itu para ibu tidak perlu khawatir dengan reaksi vaksin setelah anak mendapatkan imunisasi.







Beberapa reaksi vaksin yang akan dialami setelah imunisasi yaitu nafsu makan berkurang, kemerahan dan nyeri pada tempat injeksi, demam ringan dan anak menjadi lebih rewel," pungkasnya.(arn)