BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna S.E, M.M dalam sambutannya yang dibacakan Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, S.E, M.P.P dalam peringatan Hari Ulang Tahun Koopsau menngatakan, pada tahun ini bertepatan dengan bulan Syawal 1440 Hijriah. Untuk itu, kepada seluruh keluarga besar Koopsau dan jajaran yang beragama Islam, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT menerima puasa dan amal-amal ibadah kita selama bulan suci Ramadhan.








Lebih lanjut Kasau mengatakan sejak dibentuk pada tanggal 15 Juni 1951, Komando Operasi TNI Angkatan Udara telah menorehkan banyak tinta emas dalam setiap lembaran sejarah pengabdiannya. Dedikasi dan integritas dalam pengabdian tersebut hendaknya menjadi sumber inspirasi untuk semakin memantapkan peran dan tugas Koopsau selaku Komando Utama Pembinaan dan Komando Utama Operasi TNI Angkatan Udara. 



 



Selama 68 tahun, Koopsau telah turut serta secara aktif dalam mengabdikan diri demi keberhasilan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Koopsau telah mengukir berbagai prestasi penugasan, baik melalui Operasi Militer Perang atau OMP maupun Operasi Militer Selain Perang atau OMSP.








Keberhasilan tersebut merupakan buah dari profesionalisme yang andal, semangat pengabdian yang pantang menyerah, dan pengorbanan yang tulus dari para pendahulu TNI Angkatan Udara untuk kepentingan tanah air. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus harus memberikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya serta meneladani nilai-nilai luhur perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mengawal Ibu Pertiwi.


 


Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa dimensi ancaman yang kita hadapi saat ini menjadi semakin kompleks. Konsep perang konvensional yang mengerahkan kekuatan militer secara terbuka bergeser menjadi peperangan asimetris, termasuk di antaranya perang proksi yang menggunakan pihak ketiga. Sementara itu, dimensi ancaman nirmiliter seperti bencana alam, membutuhkan dukungan dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana secara cepat. 



 



Kondisi tersebut, menuntut kesiapsiagaan Koopsau sebagai salah satu inti dari kekuatan udara. Untuk itu, 




Koopsau harus mampu menyiapkan kemampuan personel dan alutsista sehingga dapat dioperasikan setiap saat, sesuai dengan eskalasi ancaman yang terjadi.








Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan tersebut, pimpinan TNI dan TNI Angkatan Udara mengambil langkah-langkah kebijakan strategis. Salah satu langkah tersebut adalah dengan mengembangkan organisasi di wilayah timur Indonesia, seperti pembentukan Koopsau III yang bermarkas di Biak, Papua.








Selain itu, TNI Angkatan Udara juga membentuk skadron-skadron udara baru, antara lain Skadron Udara 27 di Lanud Manuhua, Biak dan Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Penambahan organisasi TNI Angkatan Udara tersebut sejalan dengan rencana strategis TNI untuk mewujudkan sinergitas dan interoperabilitas kekuatan yang dimiliki oleh tiga angkatan, sehingga kekuatan-kekuatan tersebut dapat digunakan dengan lebih efektif dan efisien. 



 




Tidak dapat dipungkiri bahwa TNI Angkatan Udara selalu berorientasi pada keberhasilan misi dalam  mempertahankan keunggulan udara di wilayah yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Misi tersebut merupakan sebuah kehormatan yang diberikan oleh negara dan harus senantiasa dilaksanakan dengan sempurna.  








Namun, saya ingatkan kembali bahwa tidak ada alasan untuk memaksakan misi yang berpotensi mengakibatkan kerugian personel dan alutsista, khususnya pada masa damai. Dengan melaksanakan risk assessment, bukan berarti kita takut untuk melaksanakan tugas, tetapi hal tersebut merupakan wujud profesionalisme dalam melaksanakan tugas. Lebih baik mundur satu langkah ke belakang, untuk melompat jauh ke depan. Lebih baik kita menyiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga dapat melaksanakan setiap misi dengan aman dan lancar. 



 



Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh Panglima dan Komandan Satuan untuk melaksanakan supervisi secara ketat dalam setiap misi dan kegiatan, sehingga kita dapat senantiasa mempertahankan kondisi Zero Accident yang menjadi program prioritas TNI Angkatan Udara. 



 



Menyikapi kompleksitas penugasan yang diemban oleh Koopsau, saya harap seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil di jajaran Koopsau dapat bekerja secara profesional, militan, dan inovatif, serta senantiasa memperluas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan melalui program latihan terintegrasi yang dilaksanakan secara berjenjang, bertingkat, berlanjut, dan terukur. 








Diakhir amanatnya, Saya percaya dengan semangat Abhibhuti Antarikshe yang berarti keunggulan di udara menjadi tujuan utama, merupakan bentuk tekad dan komitmen yang kuat dari seluruh personel jajaran Koopsau, guna menghadapi tantangan tugas sampai paripurna. 



 



Hal tersebut sesuai dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Komando Operasi TNI Angkatan Udara, yaitu: “Berlandaskan jiwa 




Profesional, Militan, dan Inovatif, Koopsau siap mengemban tugas TNI Angkatan Udara dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI”. 



 



Dirgahayu Komando Operasi TNI Angkatan Udara. Abhibhuti Antarikshe.