BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) gelar Saresehan dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia 2019, dengan mengusung tema "Mewujudkan Pushidrosal Sebagai Lembaga Hidrografi Nasional Dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan Terbaik Di Dunia, Guna Mendukung Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia", bertempat di Makopushidrosal Jakarta Senin (17/6/2019).







Acara Saresehan ini menghadirkan narasumber,  Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H.,M.H., memaparkan tentang, " Tugas dan fungsi Pushidrosal dalam pembangunan potensi kemaritiman guna, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia".







Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Dr.Ir.Arifin Rudiyanto. M.Sc. yang memaparkan tentang "Skema penganggaran Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional untuk mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.







Serta Sekjen Dewan Hidrografi Indonesia Dr. Poerbandono S.T. MM., yang memaparkan tentang Dunia Pendidikan Hidrografi dalam mendukung Pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia profesi Hidrografi.







Kegiatan ini juga dihadiri pula oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang diwakili oleh Koorsahli Kasal Laksda TNI Muhamnad Ali  SE. MM, Direktur Keuangan Sucopindo, Budi Hartono, serta para tamu undangan.







Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam sambutannya yang dibacakan oleh Koorsahli Kasal Laksda TNI Muhammad Ali  SE. MM, mengatakan, betapa pentingnya hidrografi bagi aktivitas ekonomi maritim yang belakangan ini dikemas dalam konsep baru dengan nama blue ekonomi," ujarnya.







Dikatakannya, sejalan dengan kebijakan poros maritim dunia khususnya pilar pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim Indonesia, peran data dan informasi hidrografi memiliki nilai yang makin stratigis. Selain itu konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan laut sebagai media perhubungan yang paling effisien untuk pergerakan barang dan jasa antar pulau.







Saresehan lanjutnya, merupakan forum yang sangat baik untuk menghimpun berbagai gagasan dan konsep tentang pentingnya peran data hidrografi dalam mendorong pembangunan ekonomi maritim, dengan sasaran untuk mendapatkan rumusan strategi terbaru terkait peningkatan peran fungsi pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dengan tetap memiliki rantai komando dengan TNI.AL.







Pushidrosal juga membutuhkan masukan dalam rangka penyelarasan tugas dan fungsi pushidrosal dengan arah kebijakan kelautan Indonesia, disamping itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan data dan informasi hidrografi diperlukan peningkatan kapasitas dan kemampuan pengelolaan data dan informasi hidrografi.







Untuk itu diperlukan kajian mendalam dari berbagai pihak, berkaitkan dengan mewujudkan pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan pusat informasi Geospasial kelautan, guna mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.







Kasal berharap, Indonesia menjadi negara maritim yang kuat tangguh dan disegani, dalam kerangka visi poros maritim dunia akan dapat terwujud," pungkasnya.(arn)