Crypto Ajak Millennial Melek Bitcoin

Bisnis 25 Juni 2019 | 19:15:38: WIB


BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- Coinvestasi menggelar acara Halal Bihalal Crypto dengan tema “Blockchain Technology and Income Revolution for Millennials”. Pada acara ini hadir Dharmayugo Hermansyah Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Dalam Negeri, Jordan Simanjuntak Business Development Manager Triv, dan Diego Olivier Fernandez Scientific Advisor Tezos Southeast Asia.







Halal Bihalal Crypto membahas bagaimana teknologi blockchain dan bitcoin dapat merevolusi industri dan juga sumber pemasukkan pasif bagi semua orang. "Milenial menganggap bitcoin ini merupakan new money. Sementara, yang lainnya dikategorikan old money. Terbukti, tidak ada pengaruh antara inflasi dengan geliat bisnis bitcoin," kata Dharmayugo. Tidak dipungkiri bahwa millennial kedepannya akan lebih banyak menggunakan Bitcoin sebagai mata uang digital.







Business Development Manager Triv, Jordan Simanjuntak, mengatakan, pihaknya sepakat bahwa dua faktor utama yang menjadi pendorong kenaikan bitcoin, yaitu regulasi dan peran milenial.Jordan menambahkan, konsumen milenial mendominasi transaksi di Triv. Hal ini berarti, kalangan milenial melihat bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi yang memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan instrumen lainnya. "Kami optimistis milenial Indonesia bisa melihat bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi sekaligus sebagai pendorong sektor ekonomi," tandas Jordan.







Tezos Southeast Asia sebagai pengembang teknologi Blockchain yang berbasis di Singapura juga menekankan bagaimana Blockchain dapat merevolusi industri menjadi semakin efisien dan transparan. “Dengan teknologi Blockchain, Anda pedagang di Indonesia bisa menjual barang Anda kepada pelanggan di New York. Teknologi Blockchain memungkinkan rasa percaya yang muncul tanpa perlu adanya perantara orang ketiga”, ucap Diego.


 


Halal Bihalal Crypto sukses mengedukasi lebih banyak masyarakat mengenai teknologi Blockchain dan Bitcoin dan diharapkan antusias masyarakat menyambut industri 4.0 akan semakin meningkat dengan meningkatnya pengetahuan akan aset digital ini.