BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- Dalam penyediaan layanan administrasi Rekening Dana Nasabah (RDN), BNI Syariah lakukan kerjasama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Layanan RDN ini akan terafiliasi dengan Tabungan BNI RDN iB Hasanah yang bisa digunakan sebagai rekening penampungan transaksi saham nasabah di pasar modal.



Kerjasama ini berlangsung dalam acara Peresmian Kerja Sama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan Bank Pembayaran dan Bank Administrator RDN periode 2019-2024 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), pada waktu yang lalu.



Sementara kerjasama ini dihadiri oleh Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, serta didampingi Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno. Selain itu, turut hadir Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo dan Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Efek OJK, Ridwan.



"Tujuan kerjasama ini adalah dalam rangka meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Selain itu juga dalam rangka pengembangan ekosistem halal. Target pasar layanan produk RDN ini adalah nasabah perusahaan sekuritas yang akan bertransaksi saham syariah di pasar modal," kata Abdullah Firman Wibowo.



Beberapa manfaat kerjasama ini diantaranya mendukung perusahaan sekuritas yang memfasilitas jual beli saham syariah untuk investor, meningkatkan keamanan dana investor, dan memudahkan investor memantau transaksi penyelesaian saham.



Sebagai institusi perbankan syariah yang mengangkat corporate value Hasanah Banking Partner, BNI Syariah senantiasa berupaya menjadi solusi perbankan syariah bagi seluruh masyarakat, sehingga keberadaan BNI Syariah dapat menjadi partner yang Hasanah untuk nasabah, tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, melainkan juga memberikan kebaikan (Hasanah) untuk kehidupan akhirat (Hasanah Way).



Nasabah yang hendak bertransaksi saham syariah akan dibukakan RDN BNI Syariah melalui perusahaan sekuritas. Saat ini BNI Syariah telah bekerjasama dengan BNI Sekuritas. Untuk proses pembukaan RDN BNI Syariah, nasabah bisa datang ke BNI Sekuritas untuk membuka akun syariah dan secara automatically akan dibukakan juga RDN syariah. Kedepan BNI Syariah akan membuka peluang perusahaan sekuritas yang hendak bekerjasama.



Pembukaan RDN di BNI Syariah ditargetkan bisa beroperasi pada semester II tahun 2019. Pada tahun pertama diharapkan pembukaan RDN mencapai 1.000 rekening.



Uriep Budhi Prasetyo selaku Direktur Utama KSEI, mengatakan "Dengan semakin banyak dan beragamnya Bank Administrator RDN, maka akan memudahkan investor dalam melakukan investasi di pasar modal karena investor memiliki beberapa pilihan bank untuk membuka rekening RDN. Penambahan jumlah Bank Pembayaran juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas jaringan pasar modal melalui kerjasama co-branding dengan perbankan," kata Uriep.



Dengan dukungan total 16 bank administrator RDN maka total jaringan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh investor pasar modal Indonesia berjumlah 20.000 kantor cabang. Diharapkan dengan ini jumlah investor pasar modal kedepan bisa terus mengalami kenaikan.



Sekedar informasi, BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000. Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,94% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life.



BNI Syariah senantiasa mendapatkan dukungan teknologi informasi dan penggunaan jaringan saluran distribusi infrastruktur BNI Induk diantaranya layanan lebih dari 16.000 ATM BNI, ditambah ribuan jaringan ATM Bersama, ATM Link Himbara serta ATM berlogo Maestro dan Cirrus di seluruh dunia, fasilitas 24 jam BNI Call (021-1500046), SMS Banking, dan BNI Internet Banking.



Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 349 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.584 Kantor Cabang BNI yang melayani pembukaan rekening syariah. ***



Sementara informasi Tentang merupakan corporate campaign BNI Syariah yang memiliki makna “segala kebaikan” bagi diri sendiri, masyarakat, maupun bangsa dan Negara baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al Baqarah 201). Hasanah merupakan sebuah nilai yang disarikan dari Al – Quran dan menjadi identitas BNI Syariah dalam menebarkan kebaikan melalui insan hasanah dan produk / layanannya.



Cita – cita mulia yang ingin disampaikan melalui nilai Hasanah adalah kehadiran BNI Syariah dapat membawa kebaikan bagi seluruh pihak serta menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Hasanah didasari oleh Maqoshid Syariah yang berarti tujuan dari ditetapkannya syariah (hukum agama) yaitu untuk melindungi keyakinan, keberlangsungan hidup, dan hak asasi manusia terdiri dari lima hal yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.



Dewan Pengawas Syariah: Ketua: K.H. Maruf Amin; Anggota: DR. Hasanudin M. AG.

Dewan Komisaris: Komisaris utama: Fero Poerbonegoro; Komisaris: Imam Budi Sarjito; Komisaris Independen: Max Niode; Komaruddin Hidayat*

Direksi: Direktur Utama: Abdullah Firman Wibowo; Direktur Bisnis: Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko: Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional: Wahyu Avianto; SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan: Iwan Abdi.

*) belum efektif, masih dalam proses fit & proper test