BISNISREVIEW.COM, BANDUNG -- Perwira Siswa (Pasis) A-56 menggelar Lokakarya dengan tema “ Strategi pencegahan dampak Radiasi Nuklir pada Personel TNI Angkatan Udara” di ruang Widya Mandala I Kampus Seskoau Lembang, Senin (15/7).


 


Komandan Seskoau Marsda TNI Donny Ermawan, T., MDS. diwakili oleh Seslem Seskoau Kolonel Lek R. Achmad Priyadi secara resmi membuka acara Lokakarya ini, selain di hadir para pejabat Seskoau juga dihadiri, para Direktur, para Kadep, Kakordos, para Dosen, Para Patun dan perwira serta undangan lainya.


 


Lokakarya sehari ini di laksanakan merupakan agenda pendidikan Seskoau bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dari Departemen Iptek  serta  hasil kerja sama dengan Badan Tenaga Atom (Batan) Serpong Tanggerang.







Danseskoau Marsda TNI Donny Ermawan,T., M.D.S. dalam sambutanya mengatakan, sebagaimana kita ketahui, berbagai pertemuan ilmiah telah diprogramkan oleh lembaga dan telah dituangkan dalam Kurikulum Pendidikan Seskoau antara lain Seminar, Simposium dan Lokakarya.


 


Pada hari ini para Perwira Siswa Seskoau  akan melaksanakan       Lokakarya dengan “mengambil tema Strategi Pencegahan Dampak Radiasi Nuklir pada Personel TNI AU” sangat tepat.   


 


Saya nilai tema ini  menarik karena walaupun ancaman radiasi nuklir secara resmi telah berakhir sejak tahun 1994, namun potensi ancaman serangan nuklir masih sangat terbuka, karena beberapa negara masih terus malakukan penelitian dan pengembangan teknologi nuklir, baik untuk kepentingan perang ataupun kepentingan kemanusian. Selain dari itu, ancaman dari kelompok-kelompok teroris yang mulai mempelajari dan memanfaatkan teknologi nuklir untuk melancarkan aksi-kejahatan tuturnya. 





Dikatakan lebih lanjut, sedangkan di Indonesia, penelitian, pengembangan dan pendayagunaan teknologi nuklir dilaksanakan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) serta dimanfaatkan untuk tujuan damai dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.


 


Karena itu, saya berharap para Pasis dapat menyampaikan pemikirannnya dan memetakan permasalahan  bahaya radiasi nuklir di lingkungan TNI Angkatan Udara.


 


Selanjutnya hasil dari Lokakarya ini merupakan sumbangan pemikiran Pasis Seskoau Angkatan ke-56 kepada pimpinan TNI AU dalam mengatisipasi, mencegah  dan penanggulangan bahaya dampak radiasi nuklir kepada personel TNI AU jelasnya.






Sementara itu Dra. Rini Heroe Oetami, MT dari Batan Serpong menjelaskan, melalui  Lokakarya ini diharapkan para personil TNI AU dan masyarakat memiliki pengetahuan tentang kesiapsiagaan nuklir. 


 


Adapun definisi konkritnya yang dimaksud kesiapsiagaan nuklir yakni, serangkaian kegiatan sistematis dan terencana yang dilakukan untuk mengantisipasi kedaruratan nuklir melalui penyediaan unsur infrastruktur dan kemampuan fungsi penanggulangan untuk melaksanakan penanggulangan kedaruratan nuklir dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien terangnya.


 


Dikatakan lebih lanjut penanggulangan kedaruratan nuklir yang merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat terjadi kedaruratan nuklir untuk mengurangi dampak serius yang ditimbulkan terhadap manusia, harta benda atau lingkungan hidup juga menjadi faktor penting dalam penanganan bahaya nulir pungkasnya.