BISNISREVIEW.Com- Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha, yang menyentuh kepentingan masyarakat. Salah satu upaya peningkatan dan pengembangan UMKM dalam perekonomian nasional, dapat dilakukan dengan mendorong pemberian kredit modal usaha kepada UMKM.







Terkait itu, Kepala Cabang BNI Syariah Bendungan Hilir,Yuddy Tresna Fadias mengatakan, dalam membantu pengkreditan pelaku UMKM, pihaknya telah menyiapkan anggaran besar-besaran hingga Rp. 500 juta rupiah.







"Kami menyiapkan kridit bagi para pelaku UMKM itu mulai dari Rp. 5 Juta hingga Rp. 100 juta rupiah bagi usaha mikro, sedangkan untuk usaha kecil dan makro dimulai dari Rp. 5, Rp. 50 sampai dengan Rp. 500 Juta Rupiah, Kata Yuddy kepada Bisnisreview. Com usai acara Workshop UMKM di Hotel A One, Jl. KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).







Menurut Yuddy, kegiatan workshop itu dilaksanakan atas dasar intruksi langsung dari BNI Syariah pusat untuk seluruh BNI Syariah Cabang di seluruh Indonesia.







"Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia sesuai intruksi dari BNI Syariah Pusat. Dan dalam minggu ini rata-rata dilaksanakan semua cabang se-Indonesia," terangnya.







Di tempat yang sama, Pakar UMKM Kadin,Tedy Aliudin, S.Si, MM, mengingatkan, meskipun ada gejolak politik di tanah air, namun semangat untuk mengembangkan dunia usaha bagi UMKM tidak kendor.







"Meski ada gejolak politik di tanah air, seperti aksi-aksi masyarakat baik di Jakarta maupun di daerah seperti saat ini di Papua, namun semangat untuk mengembangkan usaha itu tetap dilakukan dengan berbagai inovasi dan membuat perencanaan," kata Tedy.







Ia juga mengatakan.saat ini ekonomi bangsa memburuk adalah imbas dari perang dagang Amerika Serikat (AS) China. Namun bagi Tedy ini justru menjadi peluang UMKM Indonesia untuk mengekspor produk-produknya di AS.







"Sebelumnya AS selalu menerima bahan tekstil dari negeri china, namun saat ini AS menolak produk tekstil tersebut karena adanya perang dagang dengan China. Nah, inilah yang menjadi peluang bagi UMKM untuk mengekspor tekstilnya ke negeri pamang Syam itu," cetus Teddy. (Arum)