Bisnisreview.com, Bogor – Universitas Pertahanan (Unhan) selenggarakan konferensi pertahanan dan keamanan tingkat internasional International Conference In Defense And Security (ICDS) TA. 2019 yang ke -2, dengan tema “ Defense and Security Cooperation for The Next Decades”,  bertempat di Gd. Auditorium Lt.1 Kampus Bela Negara Komplek IPSC Sentul Bogor. Rabu (16/10).







Kegiatan Konferensi ini dibuka langsung oleh Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP,  yang diwakili oleh Warek I Unhan Mayjen TNI Sudibyo, SE, D.S.S, M.Si dan  dalam sambutannya berharap dengan seminar ini dapat saling memberikan masukan positif demi mewujudkan dunia yang lebih aman dan sejahtera.  






Melalui konfrensi ini mempertemukan berbagai kalangan akademisi serta praktisi yang profesional di bidangnya sehingga diharapkan akan tersampaikan informasi ter-up date terkait tema seminar dan akan memunculkan ide-ide konstruktif yang dibangun atas dasar kejujuran akademis, dengan mengadakan berbagai kegiatan ilmiah, seperti seminar, general lecture, dan kegiatan akademis lainnya.


 


Universitas dan lembaga pendidikan tinggi pertahanan selain sebagai media kajian dan  penelitian, eksistensi perguruan tinggi juga merupakan think thank pemerintah dalam mencari solusi terkait isu pertahanan serta dapat mendorong upaya untuk mempererat hubungan bilateral satu negara dengan negara lainnya.







Sementara melalui keynotspeechnya Sekjen Kemhan RI yang diwakili oleh Dirjen Strahan Kemhan  Mayjen TNI Rizerius Eko Hadisancoko, S.E., S.AP., M.Si, menjelaskan tentang konsepsi menjaga perdamaian, menghadapi tantangan serta Meninjau kembali wawasan dan pemahaman konsep keamanan dan pertahanan secara global sehingga diperoleh langkah yang tepat dalam menetukan kebijakan, dengan melalui pertimbangan terhadap perkembangan lingkungan stategis, kerjasama kemitraan secara global (Develop global partnerships), dan memprakarsai semangat kebersamaan antar negara (Promoting spirit of inter-country togetherness)







Kegiatan Konfrensi ini menghadirkan narasumber terkemuka seperti Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, M.M., Duta Besar Singapore Mr. Tan Seng Chye (RSIS Singapore), Prof. Dr. Hamzah dari NDU of Malaysia, , Duta Besar Republik korea mr. Kim Chang-Beom, Duta Besar Jepang mr. Masafumi Ishii, Mayjen TNI (Purn) I Gede Sumerta dan DR Faisal dari Unhan.







Kegiatan Konfrensi ini bertujuan untuk memahami pentingnya kerja sama pertahanan dan keamanan sebagai kekuatan Softpower yang digunakan untuk ikut serta dalam pemikiran strategis di antara negara Asia Pasifik, kemudian mempromosikan keamanan Regional Asia Pasifik melalui kerja sama pertahanan dan keamanan dalam rangka mencapai lingkungan strategis yang kondusif untuk membangun kemakmuran di wilayah ini, serta mendiskusikan elemen atau prinsip kerjasama pertahanan dan keamanan, terutama untuk masa depan Asia Pasifik untuk menghadapi tantangan krisis dan beberapa potensi konflik di wilayah tersebut.







Selain itu beberapa pembahansan dalam konfrensi ini menjelaskan prinsip kerja sama pertahanan dan keamanan sebagai deteksi dini dari beberapa ancaman berdasarkan isu lingkungan strategis di Asia Pasifik, yang mencakup Pola kerja sama pertahanan dan keamanan yang akan dikembangkan dalam rangka meningkatkan kemakmuran di negara Asia Pasifik dan memahami cara kerja sama yang didasarkan pada urusan pertahanan antara negara Asia Pasifik yang menjunjung tinggi kedaulatan teritorial melalui beberapa kerjasama seperti pelatihan penanggulangan bencana dan ancaman cyber serta kontra-terorisme.







Kegiatan ini diikuti oleh 300 orang peserta dari berbagai unsur seperti dari ASEAN, Kementerian dan Lembaga, Atase Pertahanan negara sahabat, perwakilan Perguruan Tinggi, Sesko TNI, Seskoad, Seskoal, Seskoau dan Civitas Akademika Unhan.(red)







Sumber : Humas Unhan