Bisnisreview.com -- Diperlukan berbagai upaya dan langkah antisipatif, untuk mempertahankan stabilitas keamanan negara dan kawasan regional, agar tidak terganggu dengan kedinamisan dan kompleksnya perubahan lingkungan strategis.







Salah satu upaya yang dapat dilakukan, adalah melalui Diplomasi Pertahanan termasuk berbagai upaya untuk memperkuat diplomasi tersebut.







Hal tetsebut dikatakan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dankodiklatau Marsekal Muda TNI Tatang Hermansyah, S.E.,M.M. dalam acara, Seminar Nasional Pasis Sekkau Angkatan ke-106, bertajuk "Penguatan Diplomasi Pertahanan Untuk Mendukung Kepentingan Nasional Indonesia”. di Gedung Pramanasala Ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (6/11/2019).







Menurut Kasau, Diplomasi pertahanan, merupakan upaya konstruktif untuk menghindari timbulnya konflik, serta sebagai upaya untuk memuluskan jalan menuju tercapainya kepentingan nasional, baik untuk kemakmuran bangsa, keamanan nasional, dan tegaknya kedaulatan negara," tambahnya.







Kita harus menyadari lanjut Kasau bahwa, bentuk diplomasi pertahanan di era modern, khususnya sejak 1990an, telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan, jika dibandingkan dengan era-era sebelumnya. Kita memahami peran diplomasi militer yang selalu identik dengan pembangunan aliansi kekuatan tempur dan penggunaan ancaman kekuatan bersenjata.







Namun di era modern seperti sekarang ini ucao Kasau, arah diplomasi pertahanan, telah bertransformasi pada arah diskusi, dialog kesepakatan, latihan bersama, pengiriman pasukan perdamaian, dan pelaksanaan berbagai konferensi, yang bertujuan sebagai confidence building measure antara berbagai negara di kawasan regional dan global, serta untuk mencegah terjadinya konflik di masa damai," lanjutnya.







Dikatakannya, untuk mencegah terjadinya konflik antar negara, diplomasi pertahanan dapat dijalankan melalui beberapa cara yang lebih luas, seperti, Kerja sama militer sebagai fungsi politik untuk membangun saling kepercayaan dan mengatasi berbagai perbedaan antar negara yang berdekatan.







Selaun itu diplomasi pertahanan juga dapat dikembangkan sebagai sebuah upaya untuk menyamakan persepsi pada tujuan yang sama.







"Kesepahaman akan tujuan yang sama dari dua atau banyak negara, tentunya akan meningkatkan rasa saling membutuhkan dan mencegah timbulnya konflik," ucapnya.







Kasau menegaskan, kita tidak boleh meremehkan berbagai upaya confidence building measure, karena upaya diplomasi pertahanan sekecil apa pun, memiliki dampak yang signifikan dalam memastikan tercapainya tujuan nasional Indonesia, yaitu untuk ikut menjaga perdamaian dunia.







Untuk itu, upaya diplomasi pertahanan yang kita lakukan, baik pada high level committee di tingkat kementerian dan Mabes TNI terus dilaksanakan dengan serius," pungkasnya.