Bisnisreview.com -- Personel TNI tidak hanya perlu mendapatkan pelatihan dasar, tetapi juga penting untuk melatih soft-skills lain, seperti, Bahasa asing, strategi komunikasi dan community engagement. Tidak hanya itu personel TNI pun perlu juga mendapatkan pelatihan tentang, negosiasi dan mediasi, serta


pengetahuan taktis, operasional dan pengumpulan informasi yang strategis di lapangan.







Demikian hal tersebut dikatakan Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negeri, Grata Endah Werdaningtyas dalam paparannya pada acara, Seminar Nasional Pasis Sekkau Angkatan ke-106, bertajuk "Penguatan Diplomasi Pertahanan Untuk Mendukung Kepentingan Nasional Indonesia”, di Gedung Pramanasala Ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (6/11/2019).







Grata Endah Werdaningtyas memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Sekkau yang terus mengembangkan kurikulum pendidikan dan pelatihan yang tepat guna.







Dikatakannya, sejumlah seminar dan pelatihan internasional bagi personel TNI di bidang peacekeeping operations dapat dijadikan prioritas. Seperti pada seminar ASEAN Regional Forum on Peacekeeping, dan


Triangular Partnership Project di bidang Zeni Peacekeeping. Penguasaan teknologi pertahanan, yang tidak hanya mumpuni, namun juga ramah lingkungan," karanya.







Selain itu lanjutnya, profesionalisme dan kode etik, dengan orientasi pada performance serta menjunjung tinggi HAM. serta peran yang lebih besar bagi personel perempuan.







"Ini adalah penting sejalan dengan semangat dan tuntutan internasional saat ini, dan tidak hanya gesture semata," jelasnya.







Menurutnya, keberadaan personel perempuan menawarkan berbagai kapabilitas khusus yang dapat mendukung kinerja unit dan organisasi. Selain itu, melalui peningkatan jumlah dan peran Wanita TNI kita turut mendukung upaya pemberdayaan perempuan sebagai agen perdamaian (agent of peace) dan syarat atau prerequisite dalam agenda peacebuilding and sustaining peace," tukasnya.







Grata berharap seminar ini dapat memberikan kesempatan bagi semua yang hadir untuk dapat saling bertukar pikiran tentang bagaimana TNI dapat terus meningkatkan kapasitas pertahanan, dan bagaimana postur pertahanan dapat mendukung pelaksanaan diplomasi total Indonesia bagi kepentingan nasional," harapnya.(red)