Bisnisreview.com -- Hasil survei kinerja penjualan eceran sepanjang September 2019 oleh Bank Indonesia mengindikasikan tetap tumbuh positif, meskipun melambat.







Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2019 yang tumbuh 0,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Agustus 2019 sebesar 1,1% (yoy).







"Pertumbuhan penjualan eceran terutama terjadi pada terjadi pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang tercata tumbuh 11,1% (yoy), meningkat dari 8,3% (yoy) pada bulan sebelumnya," ungkap BI dalam hasil risetnya yang dirilis di laman resminya, Rabu (6/11).







Penjualan eceran diprakirakan akan kembali meningkat pada Oktober 2019. Hal ini terindikasi dari IPR Oktober 2019 yang diprakirakan tumbuh sebesar 2,9% (yoy).


"Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok peralatan informasi & komunikasi, dan kelompok makanan, minuman dan tembakau," ungkap 


BI di laman resminya, Rabu (6/11).







Secara triwulanan, penjualan eceran pada triwulan III-2019 juga diprakirakan tumbuh melambat. Hasil survei mengindikasikan, penjualan eceran triwulan III-2019 tumbuh 1,4% (yoy), lebih rendah dari dibandingkan 4,2% (yoy) pada triwulan II-2019, dan 4,6% (yoy) pada triwulan III-2019.







Responden memprakirakan, penjualan eceran pada 3 bulan mendatang (Desember 2019) akan meningkat. Indeks ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan mendatang menunjukkan kenaikan sebesar 159,8, dari 140,0 pada bulan sebelumnya. Peningkatan ekspektasi tersebut, 'ditopang oleh faktro musiman perayaaan Natal dan Tahun Baru," papar BI.







Kendati demikian, hasil survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang diprakirakan akan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 153,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 140,0.(sumber Ipotnews)