Perayan Dwiabad Kelahiran Sang Bab

RAGAM 30 November 2019 | 11:51:14: WIB


Bisnisreview -- Dua ratus tahun Kelahiran Sang Báb, Bentara dari Kemuliaan Tuhan, Bahá’u’lláh—Dua Perwujudan Tuhan untuk zaman ini—diperingati pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2019 di seluruh dunia.  Namun perayaannya bisa diselenggarakan sepanjang tahun. 







Sesungguhnya dalam perayaan ini kami ingin meneguhkan komitmen atas pentingnya persatuan dan kesatuan, serta apa yang dapat dihasilkan olehnya. Bahá’u’lláh bersabda: “Orang-orang yang dianugerahi dengan keikhlasan dan iman, seharusnya bergaul dengan semua kaum dan bangsa di dunia dengan perasaan gembira dan hati yang cemerlang, oleh karena bergaul dengan semua orang telah memajukan dan akan terus memajukan persatuan dan kerukunan, yang pada gilirannya akan membantu memelihara ketenteraman di dunia serta memperbarui bangsa-bangsa.”







Kami sangat yakin bahwa hanya melalui persatuan dan kesatuan, segala kemajuan dapat diwujudkan. Kami juga yakin bahwa benih persatuan merupakan ciri yang inheren dalam bangsa ini. Pancasila dan Bhinneka Tungal Ika merupakan khazanah yang tak ternilai yang sudah pasti akan menjadi sumbangan penting bangsa ini kepada dunia.







Dengan demikian, pertanyaan penting yang ada di benak kita saat ini adalah bagaimana kita dapat memandang satu sama lain layaknya organ-organ dari satu tubuh. Melalui interaksi yang sedemikian rupa, dengan didasari oleh semangat kerjasama, kemurnian niat, sifat belajar yang rendah hati, serta melaksanakan pola musyawarah, tindakan, refleksi secara konsisten, kita akan semakin mampu untuk mewujudkan visi persatuan dan kesatuan ini menjadi kenyataan. 







Namun, kami yakin bahwa upaya ini tidaklah mungkin dilakukan sendirian oleh satu kelompok masyarakat tertentu saja. Upaya mulia ini perlu melibatkan berbagai pihak dan berbagai kalangan dari berbagai tingkat struktur.  Secara umum upaya ini penting melibatkan 3 peserta, yaitu individu, masyarakat, dan lembaga. Semoga upaya kita ini senantiasa diberi kekuatan dan penguatan dari Yang Maha Pengasih, untuk terus bekerja sama dan bahu membahu berusaha mencerminkan kesatuan dan mewujudkan persatuan yang sejak lama kita idamkan. 







Dengan semangat persatuan, umat Baha’i mengadakan perayaan dua ratus tahun Kelahiran Sang Báb di Jakarta yang dilakukan dalam 3 hari, yaitu tanggal 14, 16 dan 23 November 2019. Perayaan ini dihadiri oleh beberapa tokoh dari kementerian, para akademisi, organisasi keagamaan dan mereka yang aktif dalam gerakan-gerakan toleransi beragama. Di antaranya adalah, Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum; Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, MA selaku Sekretaris Jendral Indonesian Conference on Religions for Peace (ICRP); Ibu Omi Komaria Madjid; Ibu Sinta Mutiara Sary selaku Kepala Seksi Kebudayaan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan; Drs. Taufan Bakri, M.Si selaku Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta; Prof. Irwanto, Ph.D.; dan beberapa perwakilan lembaga Negara serta organisasi tingkat nasional maupun internasional.