BISNISREVIEW.COM -Ternyata dunia  perfilman  tidak  terlepas dari gonjang ganjing, dan bukan  hanya  dialami  para  artis, namun  hal ini juga dialami tim produksi film seperti yang terjadi di Cakrawala Film. Motif gonjang ganjing terjadi di internal Cakrawala adalah Sutradara Roy Wijaya yang tidak profesional.







Rina Sarinah yang berprofesi  sebagai  pengusaha salon yang saat ini menjadi tata rias (Make Up) pada produksi film Daun Teratai ini  mengungkapkan, gonjang ganjing yang terjadi di internal Cakrawala Film ini dipicu adanya ketidak transparan dan ketidak profesional Sutradara, Roy Wijaya. Pria ini dinilai tidak profesional lantaran mengabaikan tanggungjawab.







"Dia tidak profesional dan tidak transparan soal keuangan. Buktinya ketika shooting iklan Daun Teratai yang bekerjasama dengan PT. Yaskum Indonesia, dana sudah cair tapi dia Sutradara mengaku belum," kata Rina kepada Bisnisreview.Com di Jakarta, Minggu (1/12/2019).







Ketika ditanya soal kedekatan dia dengan sang sutradara dan astrada. Wanita berkulit putih ini menjawab bahwa kedekatan dirinya dengan Roy dan Haris hanya sebatas partner kerja.







"Memang saya bukan orangnya Sutradara Roy Wijaya, bukan pula orangnya Aris Munaf sang  Astradara, namun Saya hanyalah sebatas orang yang mereka butuhkan ketika mendapat job shooting," jelasnya.







Menurut Rina kedua lelaki tersebut sekedar sebagai partner kerja dalam dunia perfilman, dan dirinya berperan sebagai tata rias. 







"Saya mengenal kedua orang ini sebagai partner dalam tata rias (Make Up)  karena saya pengusaha salon dan mempekerjakan banyak orang. Karyawan yang bekerja di Salon saya ini sering saya minta untuk make up artis di lokasi shooting," lontar Rina.







Film dan iklan Daun Teratai yang mengambil shootingnya di area PT. Yaskum Indonesia beberapa waktu lalu sontak berjalan baik, namun diakhir finishing tampak terjadi keributan soal pembayaran pemain hingga crew. Ada beberapa crew yang kecewa. Bukan saja crew, bagian komsumsi juga merasa kecewa akibat belum dibayar. 







"Hal ini terjadi karena sebagian crew saat ini belum menerima honor. Padahal boleh dibilang kerja sebagai crew sangat berat. Saya sangat menyayangkan Roy Wijaya begitu tegah melakukan hal itu kepada mereka," pungkasnya.







Selain mengkoordonir tukang make up, wanita berdarah Jawa  ini  mengaku dirinya juga mendapat kepercayaan dari Sutradara dan Astradara untuk menghandle keuangan di lokasi shooting, membantu Sutradara meng-casting pemain, menyeleksi pemeran dan bahkan ikut serta dalam pembahasan MoU kontraknya dengan pihak produser.







"Saya  dipercaya membuat MoU dengan Produser Film yang berjudul Daun Teratai karena memang saya diketahui berlatar belakang Sarjana Hukum. Saat ini saya mempersiapkan diri untuk menekuni dunia hukum dan akan berprofesi sebagai pengacara," tandasnya.







Rina mengakui bahwa di dunia perfilman itu banyak menguras tenaga, pikiran dan waktu. Meskipun demikian pembayaran sering terlambat dibanding kerjaan yang lain.


 


"Meskipun pembayaran terlambat tapi saya sudah memakluminya, namun yang paling penting adalah saling komunikasi antar tim. Saya berharap agar sutradara kembali berkomunikasi dengan kami sebagaimana biasa. Untuk itu saya minta agar Kang Roy segera membuka lagi akses dengan tim dan nomor-nomor yang diblokir termasuk saya ini harap dibuka," ujarnya.







"Sebenarnya apa yang terjadi pada diri Roy? Saya selalu bertanya-tanya. saya tak habis pikir, sebab job shooting Daun Teratai dan Bara dan Luka belum tuntas," sambung Rina.







Lebih lanjut, dia menginginkan agar masalah hingga gonjang ganjing di Cakrawala Film tersebut perlu dievaluasi bersama agar masalah ini bisa berakhir tanpa merugikan satu sama lain.







"Ini belum ada evaluasi bareng, dan setelah kelar editing, hasil shooting siap di tonton. Kan kita ada moment serah terima pada klien yaitu Producer yang mana kita semua pamit bahwa telah selesai tanggungjawab kita sebagai Tim produksi iklan tersebut, kita masuk ke Yaskum di awali dengan pertemuan yang baik, sehingga selesai pun harus melalui pertemuan yang baik pula," jelasnya.







Ia menilai persoalan puas dan tidak puas pihak klien, dari hasil produksi ( Cakrawala Film, Kang Roy) itu menjadi hak Producer. Sejatinya Kita dari pihak Produksi menyampaikan rasa terima kasih. 







"Leader yang baik mestinya begitu, tapi ini yang terjadi malah sebaliknya. Parahnya lagi kang Roy memblokir nomor tim kerjanya. Bila nomor tim diblokir bagaimana bisa mencari solusi penyelesaian masalah ini. Padahal bila kita ketemu dan duduk bareng membahas masalah ini saya pikir sudah selesai," paparnya. (AR)