BISNISREVIEW.COM - Mengkritisi pemberian grasi terhadap terpidana mantan Gubernur Riau, Annas Maamun. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bukhori Yusuf Menilai, pemberian grasi terhadap Annas merupakan suatu yang subjektif.







"Saya pikir ini sebenarnya sesuatu yang subjektif, everybody bisa mengatakan itu alasan kemanusiaan," kata Bukhori saat menghadiri diskusi bertema 'Hentikan Diskon Hukuman Koruptor' di Kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).







Menurut Bukhori, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir juga sudah memiliki umur uzur atau tua. Namun, Ba'asyir tidak mendapat grasi atau pengurangan masa hukuman dari Jokowi.







"Ba'asyir dari sisi usia lebih tua dan penyakit juga," ujarnya.







Diketahui, Mantan Gubernur Riau yang jadi terpidana kasus korupsi Annas Maamun mendapat grasi atau pengurangan hukuman dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Annas Maamun mendapat grasi satu tahun dari dari total tujuh tahun hukuman penjara.







Alasan pertimbangan Jokowi memberi grasi ke Annas Maamun dinilai Bukhori tidak berdasar. Kata Bukhori terdapat alasan usia yang jadi pertimbangan Jokowi dalam memberikan grasi untuk Annas Maamun. (AR)