BISNISREVIEW.COM - Harga emas berjangka stabil dikarenakan adanya ketidakpastian atas perundingan perdagangan AS-China menjadi pusat perhatian dari tenggat 15 Desember untuk tarif baru AS.







Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (10/12/2019), harga emas di pasar spot stabil di USD1.459,52 per ons. Sementara itu harga emas berjangka AS tak berubah di USD1.464,9 per ons.







Harga emas berjangka bergerak landai pada perdagangan awal pekan ini Senin (9/12/2019) waktu setempat. Namun, Palladium melonjak hingga menembus rekor baru.







Paladium yang merupakan logam autocatalyst dalam pergerakannya tertinggi di USD1.898,5 per ons. Pada penutupannya paladium ditutup naik 0,3% ke USD1.883,29.







"Palladium memiliki latar belakang fundamental yang sangat kuat pasokan ditetapkan untuk tetap sangat langka dan permintaan pertumbuhan ditetapkan meningkat," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Efek.







Palladium telah meningkat hampir 50% pada tahun 2019 karena pasokan yang berkelanjutan dan terus memecahkan rekor. Meskipun telah melemahnya sektor otomotif global. Regulasi emisi yang semakin ketat secara global meningkatkan paladium di autocatalysts untuk mobil bertenaga bensin dan 2020 dapat melihat jumlah regulasi terbanyak, Ghali menambahkan.







"Ada harapan luas bahwa (paladium) terlihat harga menuju $ 2.000 dan pasar lakukan saat ini tampaknya berada di jalan satu arah, "INTL FCStone, analis Rhona O'Connell berkata dalam sebuah catatan.







"Bahkan dengan sektor (otomatis) di bawah tekanan, paladium akan akan defisit untuk masa mendatang dan dana tersebut mengejar lebih tinggi," tambahnya.







Sementara itu, untuk emas sendiri masih terpengaruh akan penantian batas waktu tarif impor AS di 15 Desember. China mengatakan pada hari Senin pihaknya berharap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat sesegera mungkin. (AR)