BISNISRECIEW.COM -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Dekomrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Hasto Kristiyanto menyebutkan dalam acara Rakernas I sekaligus merayakan HUT ke-47 pada 10 Januari hingga 12 Januari 2020 nanti, partainya akan menggelorakan semangat berdikari.







"PDIP selaku partai besar dan berkuasa ini perlu semangat berdikari menjadi dasar penyusunan haluan negara. Haluan negara adalah jalan kebudayaan, jalan kemakmuran yang berdiri kokoh di atas sumber daya nasional bangsa," ujar Hasto dalam keterangan pers Sabtu (14/12/2019).







Menurut Hasto, saat ini telah terlihat betapa kayanya Indonesia. Misalnya, Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet dengan 300.000 tenaga kerja dan nilai produksi lebih dari US $ 3 milyar. Pasar internasional untuk burung walet, khususnya Jepang dan China sangat besar.







"Karena itulah Rakernas I PDI Perjuangan akan menjadi Rakernas terbesar, yang dihadiri dari Presiden, menteri, struktur Partai, legislatif dan eksekutif Partai, hingga para sejarawan, arkeolog, ahli gizi, ahli obat-obatan tradisional dan para budayawan. Kami menggelorakan semangat berdikari," ujar Hasto.







Rakernas I PDI Perjuangan tersebut akan diikuti oleh 4,731 peserta yang mewakili tiga pilar partai yakni struktural, eksekutif dan legislatif partai.







Rakernas itu akan mengangkat tema "Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional". Adapun sub temanya adalah "Strategi Jalur Rempah dalam Lima Prioritas Industri Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari".







Ia menyebutkan Indonesia memiliki kelebihan dalam hal pangan, rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan, dengan keanekaragaman flora-fauna yang paling lengkap sedunia. Makanya selama dikelola dari hulu ke hilir, dengan menerapkan riset dan inovasi serta melalui sistem produksi yang tepat, maka jalan kemakmuran akan tercipta. 







"Saya kira Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ini sejatinya dikelola secara profesional dan mengedepankan azas kekeluargaan. Artinya dikelola langsung oleh anak bangsa itu sendiri," tuturnya. (AR)