Bisnisreview.com -- BNI Syariah bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) menyalurkan bantuan lebih dari 2000 paket sembako, selimut, makanan, obat-obatan, dan air bersih senilai total Rp 400 juta kepada korban banjir di beberapa titik di Jabodetabek, salah satunya di Kampung Petukangan RT.016/RW.04 Kelurahan Rawaterate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).






Hadir pada kesempatan ini Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, didampingi Pemimpin Divisi Jaringan & Layanan BNI Syariah, Adjat Djatnika Basarah; Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Daryanto Tri Sumardono; Pemimpin Divisi Menengah BNI Syariah, Ferry Hendrawan; Pemimpin Wilayah Jabodetabek Plus, Azizah Saleh dan Ketua Yayasan Hasanah Titik (YHT), Agus Sutantyo Wibowo.



Selain itu, BNI Syariah bersama dengan YHT juga membangun posko kesehatan dan menyediakan perpustakaan keliling di beberapa titik. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban korban banjir.



Dalam menyalurkan bantuan, BNI Syariah dan YHT fokus kepada trauma healing untuk mengurangi mengurangi risiko gangguan mental akibat trauma bencana. Kegiatan difokuskan untuk kelompok usia anak - anak, wanita, dan lansia karena kelompok ini cenderung berpotensi mengalami tingkat stress yang lebih tinggi dari sisi psikologis. Trauma healing menjadi salah satu program rutin yang dilakukan untuk menangani korban bencana gempa, kebakaran, dan kejadian alam lainnya sejak tahun 2016.



BNI Syariah juga mengerahkan ratusan relawan untuk bantuan evakuasi dan logistik kepada 239 pegawai yang terdampak banjir Jabodetabek. Kedepan BNI Syariah berharap dapat bersinergi dengan berbagai pihak agar penyaluran zakat dapat diserap secara maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat.



Per November 2019, YHT telah menyalurkan dana zakat sebesar Rp 32,2 miliar. Untuk memaksimalkan penyaluran zakatnya, YHT juga menyalurkan di berbagai bidang yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan dakwah, bekerjasama dengan berbagai lembaga sosial dan masyarakat.



Firman menyampaikan, dalam menangani korban bencana tentu tidak dapat dilakukan secara singkat. “Berbagai cara perlu dilakukan baik membangun karakter maupun membangun sarana fisik untuk masyarakat agar dapat beraktivitas dengan normal, langkah ini menjadi awal kami untuk membantu masyarakat terdampak banjir Jabodetabek,” kata Firman.



Seperti diketahui, hujan deras yang melanda wilayah Jabodetabek sejak Selasa (31/12) sore telah mengakibatkan banjir di beberapa titik. Rumah sebagian warga Jabodetabek terendam air, akses jalan terputus, sebagian bahkan tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan kebutuhan penting kesehariannya termasuk makanan dan pakaian.(red)