BisnisReview.com --- Buku adalah jendela dunia, sumber ilmu yang bisa di dapat oleh siapapun yang membaca buku. Karenanya buku itu menjadi sesuatu tyang sangat penting karena di sana kita bisa menemukan beragam cerita apa.







Terkait dengan hal itu lahirlah buku sejarah MAIPARK Indonesia. Buku ini ditulis sejak awal tahun 2019, tujuannya untuk kembali menyegarkan ingatan industri asuransi umum Indonesia atas kebersamaan dalam memperjuangkan pendirian suatu institusi khusus yang fokus dan menjadi referensi utama dalam penanganan risiko gempa bumi Indonesia, MAIPARK Indoneisa.







Buku yang ditulis oleh Tim Penulis MAIPARK Indonesia pada pertengahan tahun 2019 ini adalah bentuk lain kampanye atas nilai sosial dan saintifik peningkatan kualitas pengelolaan risiko bencana di Indonesia. 







Menurut Direktur Utama PT Reasuransi MAIPARK Indonesia, Ahmad Fauzie Darwis, isi dari tulisan pada buku ini adalah sesuatu yang akan diteruskan oleh generasi baru eksekutif asuransi umum, untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan ide menjaga ketahanan industri atas bencana. Karenanya MAIPARK memerlukan acara khusus sebagai pemberitahuan kepada khalayak ramai, utamanya kalangan industri asuransi umum, atas penerbitan buku ini.







“Pesan‐pesan baik yang melatar‐belakangi penulisan buku harus disampaikan dengan cara yang baik pula. Acara peluncuran buku sejarah ini ditujukan sebagai acara monumental yang dapat dijadikan referensi praktisi industri dalam mendefinisikan MAIPARK Indonesia,” jelas Ahmad Fauzie Darwis dalam sambutannya saat peluncuran buku di Jakarta, Rabu (15/1).







Sementara itu Ketua Tim Penulis buku sejarah MAIPARK, Heddy A. Pritasa mengatakan MAIPARK mendedikasikan acara peluncuran buku ini sebagai tempat menyampaikan penghargaan bagi persona kunci di industri asuransi umum yang menyumbangkan pikiran dan tenaga dalam pendirian MAIPARK Indonesia tahun 2004 yang lalu.







“Suasana berkumpul dan juga reuni kecil‐kecilan ini diharapkan dapat menjadi ruangan bagi para tokoh dalam berbagi dan menyampaikan pesan lintas generasi ini,” papar Heddy A. Pritasa.







Dalam kesempatan yang sama juga, Ketua Penyelenggara acara Andriansyah mengatakan dalam acara peluncuran buku ini juga akan ada acara pendamping yaitu MAIPARK Award dan beberapa acara sisipan tanpa mengurangi sorotan utama kepada peluncuran buku sejarah MAIPARK Indonesia, pada kegiatan ini juga akan diselipkan juga momen‐momen kecil yang juga penting untuk diketahui oleh industri asuransi Indonesia.







“Beberapa acara yang berbarengan dengan peluncuran buku sejarah MAIPARK ini adalah  Peresmian MAIPARK Research Network dan Peresmian program pendidikan manajemen risiko bencana alam yang diberi nama MAIPARK Resonate,” jelas Andriansyah.







Andriansyah mengungkapkan bahwa pemberian MAIPARK Award 2019 kepada kepada penyumbang produksi premi perusahaan merupakan acara tahunan yang reguler dilaksanakan sejak tahun 2012.







“Mengapa dilakukan bersamaan dengan dilaksanakan acara peluncuran buku karena alasan simplisitas dan terutama untuk memanfaatkan momentum kehadiran tokoh‐tokoh penting industri dan regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Andriansyah.







Dalam acara ini juga diserahkan bantuan dana CSR kepada korban musibah bencana banjir Bandang di Kabupaten Lebak (Jawa Barat) serta longsor di Kabupaten Bogor (Jawa Barat). PT Reasuransi MAIPARK Indonesia (MAIPARK) berencana memberikan bantuan dana kepada para korban bencana tersebut.







“MAIPARK akan menyerahkan dana sebesar RP150.000.000 kepada Kabupaten Lebak melalui BPBD Lebak dan juga Rp150.000.000 kepada Kabupaten Bogor melalui BPBD Bogor. MAIPARK juga akan melibatkan ForLUBI (Forum Lembaga Usaha BNPB Indonesia) saat menyerahkan dana CSR tersebut", jelasnya.