BisnisReview.com --- Pendiri PT Reasuransi MAIPARK Indonesia, Darmin Nasution menyampaikan semua asuransi umum yang ada di Indonesia sebaiknya harus direasuransikan. Ia menyampaikan risiko bisnis yang ada di Indonesia cukup banyak, termasuk dari bencana alam, sehingga perlu perlindungan terhadap risiko.







"Semua asuransi itu harus direasuransikan, jangan nekat apalagi jika modal perusahaan asuransinya kecil," katanya dalam diskusi sekaligus perayaan ulang tahun PT Reasuransi MAIPARK Indonesia di JS Luwansa, Jakarta, Rabu (15/1).







Darmin menyampaikan satu perusahaan asuransi dibilang kuat dan bisa berkembang jika memiliki modal besar. Ini perlu ditopang dengan strategi investasi perusahaan yang juga kuat agar bisa menghasilkan return besar.







"Maka dari itu, kemampuan untuk membayarkan klaim akan tergolong aman tanpa manipulasi. Darmin menyampaikan skandal asuransi yang muncul kepermukaan ini telah menjadi pelajaran bersama bagi industri", jelasnya.







Darmin memberikan wejangan agar perusahaan asuransi tidak mempermainkan produk yang akan ditawarkan pada masyarakat. Apalagi jika mengorbankan salah satu atau beberapa produk yang ternyata lemah sehingga tidak bisa mengejar klaim.







"Saya kira sudah saatnya untuk duduk lagi bersama, reasuransi tidak dibuat untuk bersaing, melainkan untuk saling memperkuat," kata Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia ini.







"Apalagi pertanggungan untuk risiko seperti bencana alam yang sulit diprediksi dan sulit dijangkau. Jika kemampuan perusahaan lemah, maka pembayaran klaim bisa sangat terhambat", tambahnya.







Menurutnya, MAIPARK membangun Maipark Research Network (MRN) untuk meneliti potensi bencana alam di seluruh titik di Indonesia. Ini akhirnya menjadi acuan untuk menentukan premi asuransi terkait kebencanaan dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).







Direktur Utama PT Reasuransi MAIPARK Indonesia, Ahmad Fauzie Darwis menyampaikan MAIPARK berkomitmen untuk menciptakan Indonesia yang tangguh dari bencana dengan asuransi. Sehingga MAIPARK kerap mencari sistem yang menyeluruh dan lengkap untuk mengukur risiko bencana.







"Kami akan menguatkan riset, dengan menggandeng universitas-universitas juga peneliti-peneliti ahli baik dari dalam maupun luar negeri," katanya.







Semua ini bisa berpotensi mengubah lanskap asuransi umum di Indonesia. MRN adalah platform kerja sama MAIPARK Indonesia dengan para pakar yang diresmikan pada 2020 seiring dengan intensifikasi penelitian risiko bencana alam.







Sudah ada gabungan dari kajian risiko seperti dari letusan 35 gunung api se Pulau Jawa, dan kajian risiko banjir untuk Kawasan Industri Karawang-Bekasi. Ahmad mengatakan MRN harus menjadi thinkthank industri asuransi umum Indonesia terkait kajian kebencanaan.