BISNISREVIEW.COM - Bank Muamalat di Indonesia sangat diperlukan investor untuk membuat bank tersebut kembali sehat. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan Bank Muamalat sedang dilakukan penyehatan. 







Presiden Jokowi, kata Ma'ruf Amin, sudah mewanti-wanti Muamalat jangan dikuasai asing. "OJK akan mengawasi itu," kata Wapres Ma'ruf Amin di Jakarta, Jumat (17/1/2020).


 


Menurut dia, Presiden Jokowi telah meminta agar lembaga keuangan, termasuk perbankan syariah terus dikembangkan. "Sekarang sukuk kita terbesar di dunia," kata Wapres.







Sebelumnya , CEO Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, Bank Muamalat saat ini sedang membahas ihwal rencana penyelamatan bank dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.







"Kami sedang diskusikan seperti apa lagi, sedang di-arrangement yang mungkin bisa dilakukan dengan BUMN," kata Permana di Gedung Bank Muamalat, kemarin.







Permana mengatakan sedang diatur skema kerja sama dalam bentuk business to business atau B2B. Karena, Kementerian BUMN juga melihat dari sisi peluang bisnis yang bisa dilakukan. "Itu sedang kami formulasikan," kata dia.







Namun, Permana mengaku pembicaraan dengan BUMN itu tidak dipimpin langsung olehnya. "Saya tidak bisa disclose, tapi sedang saya formulasikan. Apakah dari Himbara atau tempat lain, tapi yang jelas (harus) meet dengan ekspetasi kita mendapatkan persetujuan OJK dan mendapat pemegang saham mayoritas," ujarnya. (AR)