Penampakan balon udara yang ditemui pilot maskapai penerbangan swasta dalam perjalanan Yogyakarta-Jakarta. (Foto: Dok. Ariya Cakra)


JAKARTA - Pelepasan balon udara yang sudah menjadi tradisi betul-betul membuat pilot memjadi was-was. Seperti keluhan seorang pilot maskapai penerbangan swasta, Ariya Cakra, menceritakan pengalamannya.

Dia menceritakan dalam sehari menemui 3 balon udara yang terbang tak jauh dari jalur penerbangannya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/6) saat dirinya menerbangkan pesawat rute Yogyakarta-Jakarta dan sebaliknya.

Seperti dilansir Detik.com. "Sebelum sampai 8.000 kaki memang secara kasatmata banyak kelihatan balon. Tapi saya antisipasi dari airborne di Yogya ada balon atau nggak. Tiba-tiba pas di depan saya ada balon ukurannya besar banget seperti ada yang di foto," kata Ariya saat dihubungi, Senin (18/6/2018).

Penampakan balon udara ini ditemui pada ketinggian sekitar 20.000 kaki atau 6 kmPenampakan balon udara ini ditemui pada ketinggian sekitar 20.000 kaki atau 6 km (Foto: Dok. Ariya Cakra)

Dia mengatakan sebelum terbang memang sudah mendapatkan notice dari TNI AU dan AirNav. Setelah melaporkan penemuan, pilot diminta menghindari balon tersebut.

Namun Ariya mengatakan tak dapat melakukan hal tersebut. Sebab, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba dan pesawat yang dikemudikannya tengah dalam posisi menanjak.

Ariya mengatakan pesawatnya tak sampai menabrak balon udara yang diperkirakan memiliki tinggi dan diameter 4-5 meter itu. Setelah itu, dia bersama rekannya mengecek instrumen di pesawat.

"Setelah kita lewati balon, kita perhatikan seluruh instrumen. Apakah balon itu masuk ke mesin kita. Tapi setelah kita monitor, di ketinggian aman, alhamdulillah tak terjadi apa-apa," tuturnya.

Dia mengatakan, sejak awal melihat balon udara, dari kokpit mereka melapor ke air traffic controller (ATC). Dan kebetulan, Ariya, yang sedang memegang kamera, pun langsung mengabadikan momen tersebut.

Setelah itu, Ariya sempat mendapati balon udara kembali di ketinggian 20.000 kaki atau 6 km di atas laut. Selain itu, ia menemui balon udara di jalur penerbangannya pada 35.000 kaki atau sekitar 10 km.

"Menurut saya itu sudah sangat berbahaya. Yang paling tinggi itu warna putih dan memanjang," ujar Ariya.

Dalam sehari, Ariya mengakui melihat sampai 10 balon udaraDalam sehari, Ariya mengakui melihat sampai 10 balon udara. (Foto: Dok. Ariya Cakra)

Dia mengatakan ini bukan pengalaman pertamanya. Ariya mengaku pernah melihat balon udara yang ditemuinya dalam penerbangan sekitar 9-10 balon. Peristiwa ini ditemuinya saat akan mendaratkan pesawatnya ke Yogya.

Ariya berharap masyarakat memperhatikan ketentuan yang telah dibuat Kemenhub. Menurutnya, tradisi tersebut masih bisa dilakukan tapi dengan memperhatikan keamanan jalur penerbangan.

"Saya harap masyarakat, terutama masyarakat lokal yang mungkin dalam komunitasnya sering menerbangkan balon, boleh terbangkan balon asal jangan terlalu tinggi dan diikat. Karena kalau dilepas tanpa tali, kita bawa banyak manusia, hal ini demi keamanan masyarakat lainnya juga," ungkapnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pihaknya memberi perhatian khusus terhadap bahaya menerbangkan balon udara. Budi mengatakan sudah ada 100 balon udara yang diamankan polisi sebelum diterbangkan.

Penerbangan balon udara ini dilakukan sebagai tradisi masyarakat di kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk perayaan Idul Fitri. Budi menerangkan sudah tiga hari ini dia memberi perhatian ekstra agar masyarakat menghentikan penerbangan balon udara tersebut. Dia bahkan telah menyampaikan pelaku penerbangan balon udara bisa terancam pidana penjara minimal 2 tahun. (arn)