Produksi Pertanian Setiap Tahun Meningkat

Home] Industri 25 September 2018 | 09:26:43: WIB

BISNISREVIEW.COM, JAKARTA -- "Melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan, data menunjukkan tiap tahun produksi pertanian meningkat, sehingga pangan kita cukup terutama beras," ujar Kepala Badan Ketahanan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi dalam Rountable Ketahanan pangan Nasional tahun 2019 di Menara Kadin Indonesia, Senin (24/9).

Dalam acara yang penyelenggaraannya bertepatan dengan Hari Tani Indonesia ini, Agung tampil mewakili Menteri Pertanian.

Dalam paparannya Agung menjelaskan beberapa produksi pertanian meningkat, eksport pangan juga meningkat.

Selain itu, menurut Agung, Kementan juga sedang mengembangkan potensi pangan lokal yang berlimpah. Diiantaranya mengembangkan tepung lokal, terutama dari sagu.

"Untuk mewujudkan ketahanan pangan, saat ini kami sedang memproses kebijakan penggunaan tepung lokal sebesar 10%. Jadi setiap impor terigu harus dicampur tepung local 10%," jelas Agung.

Dalam kesempatan ini, Agung juga menagih janji hasil MOU di Bali baru-baru ini untuk direalisasikan kegiatannya.

Dalam sambutannya, Ketua KADIN, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan luas Indonesia hanya 1/3 yang berupa daratan, dan 30% diantaranya bisa digunakan untuk pangan.

"Secara umum lahan untuk keperluan pangan sebenarnya tidak besar. Untuk itu kita harus dapat memanfaatkannya seoptimal mungkin," ujar Rosan.

Kepala BULOG, Budi Waseso mengatakan, dalam mewujudkan Ketahanan Pangan hingga kedaulatan pangan, sangat penting adanya sinergi dengan semua stakeholder.

"BULOG tidak bisa berjalan sendiri, atau pertanian berjalan sendiri, ujar Budi Waseso.

"Dalam koordinasi juga diperlukan sikap untuk memajukan bangsa dan negara. Jangan menguatkan ego sektoral, sehingga koordinasi dapat merumuskan untuk memajukan bangsa," tegasnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan menghasilkan rumusan untuk menjadikan Indonesia berkedaulatan pangan, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.

Acara ini selain dihadiri Kepala BKP Kementan, Ketua Kadin, Direktur Utama BULOG dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan - Kemendag, juga para pakar, media, asosiasi dan organisasi yang mempunyai kepedulian dan berkompeten dengan ketahanan pangan.(vls)