Connect with us

Pendidikan

Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan, Pimpin Upacara Penutupan ToT Substansi Diklat Teknis Alih Golongan bagi PNS II ke Gol III TA. 2022

Bisnisreview.com, Jakarta — Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Dra. Endang Purwaningsih, M.Si., mewakili Kabadiklat Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Tandyo Budi R, S. Sos memimpin Upacara Penutupan Training of Trainer (ToT) Substansi Diklat Teknis Alih Golongan bagi PNS II ke Gol III di Lingkungan Kemhan dan TNI TA. 2022 yang telah dilaksanakan selama 2 minggu dari tanggal 7 sampai dengan 18 November 2022 di Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Salemba. Jumat (18/11/2022)

Training of Trainer ini diikuti oleh 20 peserta, berasal dari Kemhan RI sebanyak 12 orang, Mabes TNI 1 orang, TNI AD 3 orang, TNI AL 2 orang serta TNI AU 2 orang, dengan pemateri dari Widyaiswara Pusdiklat Tekfunghan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN RI).

Kabadiklat Kemhan RI Mayor Jenderal TNI Tandyo Budi R, S. Sos dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kapusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan Dra. Endang Purwaningsih, M.Si. mengatakan, bahwa ToT ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi Widyaiswara maupun Calon Widyaiswara di lingkungan Kemhan dan TNI, tentang substansi dan keterampilan praktik sebagai Widyaiswara pengampu Diklat Alih Golongan dari Golngan II ke Golongan III bagi PNS di Lingkungan Kemhan dan TNI.

ToT ini merupakan diklat prasyarat bagi Widyaiswara yang akan memberikan pembelajaran bagi peserta Diklat Alih Golongan, yang sekaligus sebagai wujud mempertahankan mutu Diklat Teknis Alih Golongan bagi PNS di lingkungan Kemhan dan TNI.

Dengan mempertahankan mutu Diklat dan pengembangan kompetensi Widyaiswara, maka Widyaiswara tidak tergerus oleh dinamika perkembangan zaman dalam membentuk PNS secara profesional. Berbeda dengan profesi guru dan dosen, Widyaiswara mempunyai tugas lain selain mengajar yaitu mendidik dan melatih juga evaluasi dan pengembangan diklat, sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara.

Untuk itu, menjadi seorang Widyaiswara adalah sebuah pilihan profesi dalam memenuhi tuntutan sebagai manusia yang mumpuni dan multitalenta, karenanya dituntut kemampuan untuk terus melakukan penggalian, pendalaman dan eksplorasi terhadap kapasitas dirinya secara optimal.

Selanjutnya, Kabadiklat juga menyampaikan beberapa penekan diantaranya, Pertama, pahami lebih lanjut dari Substansi ToT yang nantinya wajib diterapkan dalam pembelajaran Diklat Teknis Alih Golongan PNS secara utuh. Kedua, Restorasi pola pikir bahwa tugas Widyaiswara pengampu materi Diklat Alih Golongan PNS, tidak hanya mengajar berdasarkan modul tapi perlu mengembangkan rasionalitas, perubahan mindset, dan perilaku, termasuk didalamnya menata struktur, kultur, dan etika birokrasi. Ketiga, Jadikan Widyaiswara pengampu materi Diklat Alih Golongan PNS sebagai sosok reformis, sebagai pencerah bangsa, sehingga Widyaiswara harus siap mencurahkan jiwa raga sebagai transformator, motivator, sekaligus motor perubahan dalam birokrasi terkait dengan kinerja pemerintahan. Dan, keempat, terus bina dan kembangkan diri, karena secara personal menjadi Widyaiswara adalah panggilan hati untuk terus belajar dan berbagi sekaligus penyuara kebenaran.

Hadir pada upacara penutupan tersebut Para perwakilan Staf Kepala Biro Kepegawaian, Wakil dari Mabes TNI, Spers Mabesad, Spers Mabesal dan Spers Mabesau para pejabat struktural dan fungsional Pusdiklat Tekfunghan Badiklat Kemhan. (BR/Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pendidikan