Bisnis
Siap-Siap, Pemerintah Lakukan Pembatasan Pembeli LPG 3 Kg Bersubsidi Tahun Ini
BISNISREVIEW.COM – Pemerintah berencana melakukan pembatasan kriteria konsumen atau pembeli LPG 3 kilogram yang bersubsidi mulai tahun ini. Saat ini, pemerintah masih mengevaluasi rencana pembatasan pembelian dan uji cobanya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menyatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan mengontrol jumlah pembelian LPG 3 kilogram melalui pilot project di beberapa kabupaten/kota pada 2023.
“Tahap awal memang tidak ada batasan konsumen, tapi yang ada batasan jumlah LPG. Lalu ke depan kalau kita sudah lihat ini yang benar-benar tahun depannya lagi, mudah-mudahan kriteria miskin terpenuhi baru kita akan lakukan pembatasan konsumen,” ujarnya, Jakarta, Selasa (31/1/2023).
Setelah pilot project tersebut rampung, lanjutnya, pemerintah baru akan mengevaluasi kembali sebelum akhirnya diterapkan dalam skala nasional. Dikatakannya hal itu guna memastikan bahwa penyaluran subsidi tertutup LPG 3 kilogram akan dilakukan secara bertahap.
Tutuka menjelaskan, dalam sistem penyaluran subsidi LPG 3 kilogram secara tertutup nantinya akan menggunakan basis data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikombinasikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kemensos.
Lebih detail Tutuka menuturkan, Kementerian WSDM tengah melakukan tahap evaluasi untuk memperpendek rantai pasok dan distribusi LPG 3 kilogram sampai ke konsumen akhir. Hal itu lantaran pihaknya masih sering menemukan banyak masyarakat yang membeli LPG 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Ternyata harga sampai ke konsumen itu kita dapatkan di beberapa tempat, tidak sedikit, melebihi harga eceran tertinggi, jadi kita ingin itu tidak terjadi ke masyarakat ada yang sangat tinggi,” tukasnya.
Terkait sistem pembatasan, Tutuka menyebut tidak akan jauh berbeda dengan pilot project yang berlangsung saat ini. Namun, ia mengatakan ada tantangan dalam proses memperpendek rantai pasok distribusi LPG 3 kg ke konsumen.
Selain itu, Tutuka mengungkapkan temuan di lapangan bahwa ada beberapa aduan dari konsumen soal harga LPG 3 kg yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya itu terjadi di banyak wilayah, sehingga pihaknya ingin ke depan tidak terjadi hal serupa. (BR/Arum)