Bisnis
Didukung Optimisme Permintaan China, Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari Satu Persen
BISNISREVIEW.COM – Didukung oleh optimisme atas permintaan China, harga minyak dunia naik lebih dari satu persen pada perdagangan Senin (20/2/2023) waktu setempat. Kenaikan harga minyak itu seiring berlanjutnya pembatasan produksi oleh produsen-produsen utama dan rencana Rusia untuk mengendalikan pasokan.
Para analis memperkirakan impor minyak China mencapai rekor tertinggi pada tahun 2023 untuk memenuhi peningkatan permintaan bahan bakar transportasi dan saat kilang-kilang baru mulai beroperasi.
“Optimisme di sekitar China hari ini mungkin bertanggung jawab atas kenaikan yang kita lihat pada minyak mentah, yang akan sangat masuk akal mengingat itu adalah importir terbesar dunia dan diharapkan pulih dengan kuat dari transisi COVID,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA di London, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (21/2/2023).
China dan India telah menjadi pembeli utama minyak mentah Rusia di tengah sanksi Barat terhadap minyak Rusia dan baru-baru ini embargo serta pembatasan harga karena perang Ukraina.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup menguat 1,07 dolar AS atau 1,3 persen, menjadi 84,07 dolar AS per barel.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret, yang berakhir pada Selasa, terakhir naik 85 sen atau 1,1 persen, menjadi 77,19 dolar AS per barel. Volume perdagangan tipis dan tidak ada penyelesaian perdagangan untuk WTI pada Senin (20/2/2023) karena libur pasar AS untuk peringatan Hari Presiden.
Kedua harga acuan minyak mentah turun dua dolar AS lebih rendah pada Jumat (17/2/2023) mencatat penurunan sekitar 4,0 persen selama seminggu setelah Amerika Serikat melaporkan persediaan minyak mentah dan bensin yang lebih tinggi. (BR/Arum)