Bisnis
Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI, Ekonom: Pemerintah Perlu Memaksimalkan Sektor-Sektor Potensial
BISNISREVIEW.COM – Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan ekonomi di tahun 2022 sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh impresif mencapai 5,31% (CtC) yang merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang sepuluh tahun terakhir.
Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya, Ekonom Nasional Hardi Fardiansyah optimis bila ekonomi Indonesia tetap tumbuh 4% hingga 5% di tahun ini. Asalkan kata Hardi, pemerintah mampu memaksimalkan sektor-sektor potensial yaitu industrialisasi, pariwisata, dan vocational training.
“Karena sektor-sektor ini sangat potensial untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi bangsa kita, maka saya minta pemerintah lebih memaksimalkan sektor-sektor potensial tersebut,” ujar Hardi kepada Bisnisreview.com, Selasa (14/3/2023).
Untuk tetap mendorong perekonomian dalam negeri, Hardi meminta, agarpemerintahd dapat meningkatkan peran industrialisasi, pariwisata, dan meningkatkan sumber daya manusia.
Ketiga sektor ini, tambah Hardi, yang dianggap mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang.
” Saya minta pemerintah lebih mempertajam industrialisasi untuk mengundang investor, pariwisata, dan vocational training untuk dapat berinvestasi dalam negeri,” pungkasnya.
Hardi juga mengatakan bahwa Indonesia perlu melakukan lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sumberdaya alam dan pertanian. Padahal industri, teknologi informasi menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif.
“Kreativitas akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi, dan pada saat yang bersamaan ramah lingkungan serta menguatkan citra dan identitas budaya bangsa,” tandasnya
Menurut Hardi, kontribusi ekonomi kreatif pada perekonomian nasional semakin nyata. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan setiap tahun.
“Pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sekitar 5,76 %. Artinya berada di atas pertumbuhan sektor listrik, gas dan air bersih, pertambangan dan penggalian, pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, jasa-jasa dan industri pengolahan,” terangnya. (BR/Arum)