Connect with us

Bisnis

Pasca Libur Panjang Lebaran 2023, Rupiah Cenderung Melemah

Rupiah melemah

BISNISREVIEW.COM – Rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (26/4/2023) setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri.

Pelemahan rupiah terbilang wajar, sebab sebelum libur Lebaran membukukan kinerja yang impresif.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan melemah 0,2%. Depresiasi bertambah menjadi 0,4% ke Rp 14.900/US$ pada pukul 9:04 WIB.

Rupiah sebelum libur Lebaran sempat menyentuh Rp 14.640/US$ pada Jumat (14/4/2023), yang merupakan level terkuat sejak 13 Juni 2022. Melihat penguatan tersebut, tentunya wajar terjadi koreksi.

Tren penguatan rupiah dimulai sejak Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat kolaps. Bank sentral AS (The Fed) yang sebelumnya diprediksi akan kembali agresif menaikkan suku bunga akhirnya menunjukkan sinyal akan segera mencapai terminal rate.

Bahkan, pasar memprediksi ada peluang The Fed akan memangkas suku bunganya tahun ini. Dolar AS pun tertekan, dan rupiah bisa terus melenggang.

Apalagi, aliran modal asing pun kembali berbalik arah. Sebelum SVB kolaps pada 10 Maret lalu, sebenarnya terjadi capital outflow sepanjang hingga Rp 8 triliun sejak akhir Februari, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Pada Februari, capital outflow juga tercatat sekitar Rp 7,6 triliun. Namun, arah angin berbalik sejak SVB kolaps, sepanjang Maret malah terjadi inflow lebih dari Rp 14 triliun. Aliran modal tersebut masih berlanjut, sepanjang bulan ini hingga 12 April terjadi inflow sebesar Rp 1,7 triliun. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis